Bukan Sekedar Hiburan, Ternyata JFC ke-24 di Jember Jadi Penggerak Ekonomi, Gus Fawait: Event Harus Berdampak Nyata bagi UMKM

Foto: Gus Fawait saat JFC ke-24
54
ad

MEMOonline.co.id. Jember- Penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang memasuki usia ke-24 tidak hanya menjadi panggung seni busana dan budaya bertaraf internasional, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Sabtu (25/7/2026).

Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menegaskan bahwa JFC bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sebuah event strategis yang mampu melibatkan berbagai sektor ekonomi masyarakat.

Menurutnya, JFC memiliki fungsi sosial sebagai ruang berkumpul masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi para pelaku UMKM.

Karena itu, penyelenggaraan JFC selama 24 tahun tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda hiburan tahunan.

"Pemerintah berharap momentum JFC yang telah mendunia ini mampu memperkuat interaksi sosial sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal," ujarnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, lanjut Gus Fawait, JFC menjadi pintu masuk untuk menghadirkan aktivitas masyarakat di ruang publik yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara bagi para pelaku usaha, khususnya UMKM, tingginya jumlah pengunjung menjadi peluang besar untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar.

Ia juga menyampaikan bahwa Jember memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh nasional di bidang politik, seni, dan kebudayaan.

Kehadiran JFC semakin melengkapi prestasi tersebut dengan menjadi wadah pembinaan sekaligus pengembangan talenta generasi muda di industri kreatif dan dunia karnaval.

"Sebagai kepala daerah, tentu kami sangat mendukung setiap kegiatan positif. JFC tidak hanya menjadi ruang pembinaan generasi penerus dunia karnaval, tetapi juga terbukti memberikan dampak ekonomi yang nyata, terutama bagi sektor informal," kata Gus Fawait.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Jember telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar setiap kegiatan yang digelar memiliki perencanaan dan manfaat yang terukur.

"Kami sudah menekankan kepada seluruh OPD bahwa Pemkab Jember tidak akan menggelar kegiatan tanpa kalkulasi yang jelas. Setiap event harus dikaji secara mendalam agar benar-benar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat," pungkasnya.

Penulis     :    Zainullah/strong>

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Surakarta- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia (AKJII) mendesak Presiden Prabowo Subianto...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura menyatakan sikap tegas mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Sikap tegas diambil Ikatan Wartawan Lumajang menyikapi skandal penebangan pohon bernilai tinggi dan dilindungi di...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Destinasi wisata edukasi jamur dan bunga, Mikutopia, membuka kesempatan berkarier bagi para lulusan seni untuk bergabung...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Kepastian hukum atas kepemilikan tanah menjadi fondasi penting dalam menjaga ketertiban administrasi sekaligus...

Komentar