"Tes Loyalitas" Ala Bos Konter HP, Topeng Manipulasi Berkedok Kepercayaan

Foto: Ilustrasi google
1669
ad

Oleh     :    Redaksi

Opini- Kasus yang mencuat di Sumenep mengenai dugaan skandal seksual yang dilakukan oleh seorang bos konter HP terhadap karyawan perempuannya dengan dalih "tes loyalitas", bukan hanya mencoreng dunia usaha lokal, tetapi juga mencerminkan betapa mudahnya kekuasaan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi yang menjijikkan.

Dalam pengakuan korban, sang bos disebut-sebut menawarkan uang, jabatan strategis, hingga fasilitas mewah hanya agar korban mau menuruti hasrat bejatnya.

Ini jelas bukan "tes loyalitas", tapi bentuk eksploitasi seksual yang terstruktur—dimulai dari bujuk rayu, berlanjut ke tekanan psikologis, hingga manipulasi ekonomi.

Kita harus menyebut ini dengan istilah yang benar: pelecehan kekuasaan.

Bagaimana mungkin hubungan kerja yang seharusnya didasari profesionalitas justru disulap menjadi ruang jebakan, tempat perempuan diuji bukan berdasarkan kinerja, tetapi pada sejauh mana mereka mau tunduk pada permintaan amoral atasan?

"Tes loyalitas" versi bos konter HP ini adalah pembajakan makna loyalitas yang sejati.

Loyalitas tidak pernah seharusnya diukur lewat tubuh atau kemauan untuk melayani nafsu.

Loyalitas tumbuh dari rasa hormat, kepercayaan, dan integritas, bukan dari paksaan atau iming-iming.

Jika praktik semacam ini dibiarkan tanpa perlawanan hukum dan sosial, maka kita sedang membuka ruang yang luas bagi predator-predator lainnya untuk beraksi di balik status pekerjaan.

Karena itu, aparat penegak hukum harus turun tangan, tak cukup hanya dengan mediasi atau damai kekeluargaan yang kerap jadi alasan membungkam keadilan.

Di tengah suara korban yang mulai berani bersuara, masyarakat harus berhenti menyalahkan atau meragukan mereka.

Sebaliknya, beri ruang aman dan dukungan penuh agar kebenaran bisa muncul, dan pelaku mendapat ganjaran setimpal.

Kita butuh lebih dari sekadar kehebohan di media sosial. Kita butuh keadilan yang nyata.

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Malang- Muslimin & Partner selaku kuasa hukum Rahma Yulinda Handayani Tan, Pimpinan Umum Media Chibernews.co.id, melaporkan dugaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat di lingkungan pasar tradisional Kota Batu....

MEMOonline.co.id. Malang- Ketua LSM Aliansi Pemantau Anti Korupsi Nasional Republik Indonesia (APAN RI), Rahma Yulinda Handayani Tan, mengecam keras...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menyiapkan anggaran sekitar Rp250 juta untuk pengawasan program Bantuan...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, belum dapat...

Komentar