Foto : Moh. Hafidz Syafi'i SH, MH, (kiri baju orange), Sekjen Komunitas Sarungan Kabupaten Sampang
Foto : Moh. Hafidz Syafi'i SH, MH, (kiri baju orange), Sekjen Komunitas Sarungan Kabupaten Sampang
Oleh : Moh. Hafidz Syafi'i SH, MH
OPINI- Pandangan dunia adalah bingkai yang kita buat untuk gambaran tentang dunia. Berbagai peristiwa yang terjadi di dunia diberi makna dalam bingkai tersebut.
Oleh karena itu, apa yg kita lihat akan sangat berpengaruh terhadap pola pandang kita terhadap sesuatu. Tanpa bingkai tersebut kejadian-kejadian itu hanya akan nampak kacau balau dan tanpa arah dan tujuan.
Dulu pernah ada kejadian yang sama dengan bingkai yang berbeda. Kami akan ulas sedikit, Dalam bingkai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Iwik adalah kambing hitam yang malang, yang dikorbankan buat menyelamatkan seseorang.
Bagi polisi jelas Iwik adalah tersangka utama dalam kasus pembunuhan Udin. Menurut Mahathir, jatuhnya nilai uang rupiah, ringgit, dan baht disebabkan ulah seorang Yahudi bernama Soros.
Bagi para pengamat ekonomi Amerika, peristiwa yang sama menunjukkan bahwa ekonomi asia tidaklah sekuat yang diceritakan dan dugaan kebanyakan orang. Macan Asia ternyata ompong.
Setiap hari kita menyaksikan sebuah pertempuran berbagai pandangan dunia ini dalam media komunikasi. Ruang untuk kita beralih pada pandangan dunia yang satu, kepada pandangan dunia yang lain.
Oleh karena itu, Moh. Hafidz Syafi'i SH, MH, selaku sekretaris jenderal Komunitas Sarungan Kabupaten Sampang mendorong media komunikasi sebagai pembebasan dari belenggu ketidakjujuran pandangan dunia dalam bingkai kebhinekaan dan semangat Islam ke Indonesian.
Perubahan-perubahan yang sangat cepat seringkali membuat kita resah dan gelisah, apalagi kita menjadi bagian dari proses kecepatan itu. Kami tidak akan menyembunyikan kesedihan dan kebahagiaan sehingga membuat masyarakat kecewa, lebih-lebih kehilangan kepercayaan atau keyakinan (trust).
Banyaknya berita tentang peristiwa penting di tanah air dilemparkan ke keranjang sampah. Kita ternyata berbaris rapi di belakang media barat menjajakan pandangan dunia mereka. Apa yang dipandang penting oleh barat dipandang penting juga oleh kita.
Coba kita lihat bagaimana perkembangan televisi (TV) di Indonesia yang erat kaitannya dengan dunia bisnis, TV dan bisnis saling mempengaruhi. Sedangkan iklan itu jantungnya yang memompakan darah kepada TV.
Jika iklan kurang, maka darah tidak mengalir ke seluruh tubuh TV. Kalau bisnis lesu, iklan pun juga lesu. begitu banyak TV yang menyiarkan pemberitaan sepihak dan konyol seperti TV Trans7 yang menyebarkan fitnah dan isu - isu negatif kepada para masyayikh Lirboyo, khususnya terhadap pesantren lirboyo.
Menariknya adalah dari perkembangan terakhir dunia bisnis bukan hanya memasukkan iklan dalam bisnis, tetapi TV itu sendiri yang menjadi profit. Artinya banyak perusahaan besar kita yang ingin mengelola stasiun tv karena keuntungan.
Hal ini terjadi pada program TV trans7 yang secara sadar framing pesantren dengan cara - cara yang buruk. Tentu kami tidak akan tinggal diam dan akan melawan tindakan yang cenderung merusak bahkan memecah belah umat.
Merusak citra masyayikh memberangus trust masyarakat kepada masyayikh sungguh tindakan yang sangat berbahaya bagi keutuhan dan kesatuan bangsa.
Kami menghimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat, organisasi ekstra mahasiswa kabupaten Sampang dan ormas se kabupaten Sampang untuk melawan kezaliman ini.
Kami menyerukan dan mengajak mencari makna kehidupan, tidak sekedar menjadi budak politik, boneka media massa, dan korban pendidikan melainkan menjadi manusia yang memanusiakan manusia dengan cara-cara yg merdeka, lewat pemberitaan yang clear, aktual dan seimbang.
Untuk menghidupkan kreativitas harus ada media yang independen. Bagi kami TV trans7 sudah tersandera kepentingan kelompok besar dan bisnis semata. Iktoma akan pasang badan dalam waktu yang bersamaan akan menjelma menjadi counter culture atas pemberitaan miring para guru - guru kami di pesantren Lirboyo.
TV trans7 lebih memperhatikan keuntungan dan mencari-cari kesalahan ketimbang isu-isu sosial yang lebih substansial. Mereka lebih melihat yang dangkal-dangkal saja.
Ini akan mengakibatkan alienasi sosial keagamaan yang lebih besar di kalangan masyarakat. Karena muncul sejumlah ketidakpedulian dalam berita yg disajikan. Begitu juga soal politik, ekonomi, hukum, dan budaya.
Kualitas berita dan informasi yang disajikan TV Trans7 menyangkut pesantren dan masyayikh Lirboyo wajib ditindaklanjuti dan diperiksa oleh pihak yang berwenang.
Karena pemberitaan itu sangat tidak jelas dan melukai kami semua sebagai keluarga besar pesantren dan umat islam.
Penulis : adalah Sekretaris Jenderal Komunitas Sarungan Kabupaten Sampang