GRIB JAYA Desak Dishub Kota Batu Jelaskan Gat E-Parking Rp600 Juta yang Tak Berfungsi Maksimal

Foto: Koordinator Wilayah GRIB JAYA Malang Raya, Damanhury Jab, S.H, saat orasi di Balai Kota Among Tani, Kota Batu.
54
ad

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dewan Koordinator Wilayah Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu JAYA Malang Raya, GRIB JAYA Malang Raya, menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat 21 Agustus 2026.

Aksi ini menyoroti dugaan kelalaian pengelolaan Sistem E-Parking di kawasan Alun-Alun Kota Batu.

Koordinator Wilayah GRIB JAYA Malang Raya, Damanhury Jab, S.H, menyoroti dua titik pemasangan gat parkir di Jalan Munif dan Jalan Sudiro.

Menurutnya, fasilitas yang dibangun dengan anggaran Rp600 juta itu hingga kini belum difungsikan secara maksimal.

"Yang kita jumpai di lapangan, gat parkir yang sudah dibangun dengan anggaran Rp600 juta itu tidak difungsikan secara maksimal," ujar Damanhury saat menyampaikan aspirasi.

Karena itu, GRIB JAYA meminta penjelasan langsung dari Dinas Perhubungan Kota Batu.

Selain menuntut kejelasan, ormas ini juga menegaskan akan mengawal dan memberi peringatan kepada pihak mana pun yang "bermain" dengan persoalan parkir di Kota Batu.

"Biar bagaimanapun Kota Batu harus tertib terhadap keuangan, karena sebelumnya banyak sekali skandal-skandal yang sudah merusak harkat dan martabat Kota Batu," tegas Damanhury.

Dalam kesempatan yang sama, GRIB JAYA juga menyinggung dugaan jual beli lapak di Pasar Among Tani yang saat ini tengah ditangani Kejaksaan Negeri Batu.

Damanhury menyebut pihaknya akan kembali turun ke jalan setelah konsolidasi dan pengumpulan data lebih lanjut, khususnya terkait E-Parking.

Ia menekankan, keberadaan gat parkir tidak boleh merugikan Pendapatan Asli Daerah.

GRIB JAYA menuntut adanya kajian akademik dan komitmen bahwa pemasangan gat parkir benar-benar berdampak pada peningkatan PAD Kota Batu yang disebut bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar.

"Kita akan menuntut siapa yang bertanggung jawab. Kasihan dengan pekerja-pekerja parkir. Di mana lagi nikmatnya menjadi orang Batu jika dirampas oleh pemerintah," katanya.

Tanggapan Dishub Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Susetya Herawan, M.Si, menyebut aksi GRIB JAYA sebagai bentuk kontrol sosial yang diperlukan untuk perbaikan.

"Ini adalah kontrol sosial untuk perbaikan pengelolaan parkir di Kota Batu," ujar Susetya.

Ia memastikan pihaknya saat ini tengah menyiapkan evaluasi untuk menertibkan dan menata parkir di Kota Batu, khususnya di kawasan Alun-Alun.

"Yang jelas kita masih ada proses perbaikan," pungkasnya.

Aksi GRIB JAYA diikuti sekitar 150 massa.

Mereka membawa spanduk, baliho, dan mobil komando selama berorasi di depan Balai Kota Among Tani.

Penulis     :    Risma

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep memberangkatkan perdana hasil panen tembakau...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Memasuki musim panen tembakau 2026, pengusaha rokok lokal Sumenep, H. Mukmin alias Bos HM, mulai melakukan pembelian...

MEMOonline.co.id. Jember- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama aparat penegak hukum intensif menyita dan melakukan tindakan tegas berupa...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kasus dugaan pencurian sepeda motor di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu diselesaikan melalui Mekanisme Keadilan...

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama DPRD Jember menyepakati perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta...

Komentar