Gandeng Profesor Jepang, Pemkot Probolinggo Dorong Lesson Study dan Problem Solving Tingkatkan Kualitas Guru

Foto: dr. Aminuddin Wali Kota Probolinggo Saat Kerjasama Peningkatan Kwalitas Guru
24
ad

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Probolinggo terus dilakukan melalui penguatan kapasitas guru dan inovasi pembelajaran.

Memasuki hari kedua, Rabu (19/8), kegiatan bersama Profesor Masami Isoda dari University of Tsukuba, Jepang, dan tim yang melibatkan SEAMOLEC serta SEAQIM, digelar di Bale Hinggil.

Kegiatan bertajuk Peningkatan Kapasitas Guru melalui Lesson Study dan Lokakarya Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Matematika tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pembelajaran yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemampuan peserta didik.

Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan materi pelajaran.

Pendidikan, menurutnya, juga harus mampu membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, adaptif, serta mampu memecahkan berbagai persoalan.

Ia mencontohkan sistem pendidikan Jepang yang sejak lama menekankan kesiapan peserta didik untuk menghadapi berbagai situasi dan lingkungan.

“Yang kita harapkan bukan hanya anak-anak kita menguasai ilmu, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan kemampuan problem solving. Anak-anak harus dipersiapkan sehingga mampu ditempatkan di mana saja dan menghadapi situasi apa saja,” ujarnya.

Menurutnya, setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda. Karena itu, guru dituntut mampu memastikan seluruh siswa tetap mencapai tujuan pembelajaran.

“Tidak semua anak memiliki kemampuan yang sama. Ada yang cepat memahami, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Tetapi tanggung jawab guru adalah memastikan semua anak dapat mencapai tujuan pembelajaran,” tegasnya.

Aminuddin berharap Kota Probolinggo dapat menjadi pilot project penerapan lesson study, pembelajaran matematika, komputasi, hingga robotik.

Jika berhasil, praktik baik tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi daerah lain, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Saya akan mendukung semaksimal mungkin sesuai kemampuan kita agar kegiatan ini benar-benar menghasilkan guru dan peserta didik yang memiliki karakter serta kemampuan problem solving,” tandasnya.

Sementara itu, Prof. Masami Isoda menekankan pentingnya penerapan lesson study dan metode pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Melalui kemitraan antara University of Tsukuba, SEAMOLEC, SEAQIM, dan Pemerintah Kota Probolinggo, pembelajaran diarahkan untuk membangun konsep student agency.

Konsep tersebut mendorong peserta didik agar mampu berpikir, belajar, sekaligus mengambil peran secara mandiri dalam proses pembelajaran.

Menurut Prof. Masami, guru tidak cukup hanya menyampaikan informasi kepada siswa.

Hal yang lebih penting adalah mengajarkan metodologi berpikir, khususnya dalam matematika dan sains, sehingga siswa memiliki kemampuan untuk menemukan sekaligus menyelesaikan persoalan.

Direktur SEAQIM, Sri Wulandari Danoebroto, menambahkan bahwa paradigma pendidikan perlu digeser dari kompetisi menuju kolaborasi kolegial.

Guru didorong untuk saling belajar dan bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus profesionalisme.

“Tujuan akhirnya adalah memberikan inspirasi kepada para pendidik agar mampu menerapkan metode pembelajaran yang lebih terstruktur dan sistematis demi meningkatkan prestasi belajar peserta didik,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan tenaga pendidik, sekaligus memperkuat inovasi pembelajaran di Kota Probolinggo.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 19 Agustus di Bale Hinggil dan 20 Agustus di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebanyak 86 guru mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas guru kelas V dan VI SD serta guru SMP, khususnya guru TIK dan robotik.

Kegiatan juga melibatkan pengawas sekolah, kepala sekolah, peserta didik, serta perangkat daerah terkait.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sampai 20 Agustus. Ke depan tetap ada penguatan kerja sama dan program-program lanjutan yang dapat diterapkan di Kota Probolinggo,” pungkasnya.

Penulis     :    Agus

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kasus dugaan penipuan jual beli stan Pedagang Kaki Lima di Alun-Alun Kota Batu memasuki babak baru. Korban resmi...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo menghimbau para pengguna jalan untuk mengantisipasi potensi kemacetan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Sorotan kembali mengarah ke lingkungan madrasah negeri di Jalan Kalimas, Kecamatan Lumajang, yang mencakup Madrasah...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. menerima audiensi dan silaturahmi Pengurus Cabang Pergerakan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Kecepatan dan ketepatan langkah tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang berhasil membatalkan pelarian seorang penipu...

Komentar