Sampang Darurat Kekerasan Seksual, Kader PMII Ngeluruk Polres

Foto : Kader PMII lakukan aksi bungkam di depan Mapolres Sampang
1207
ad

MEMOonline.co.id, Sampang - Sampang masuk darurat Seksual, puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Korp Putri (KOPRI) PC PMII Sampang kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Mapolres Sampang.

Aksi tersebut dilakukan, lantaran Kabupaten Sampang akhir-akhir ini marak terjadi kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur.

Sehingga Kabupaten Sampang tidak pernah sepi dari perbincangan publik, khususnya kekerasan terhadap anak dibawah umur kerap menjadi isu Nasional.

Miatul Khoir, Korlap aksi mengapresiasi atas kinerja yang dilakukan Polres Sampang, telah menangkap 4 dari 6 pelaku kasus pelecehan seksual di Kecamatan Torjun, meski dalam kurun waktu kurang lebih 10 bulan.

Walaupun fakta 9 bulan sudah menjadi catatan merah yang menunjukkan kelalaian Polres Sampang, dalam menangani kasus kekerasan seksual yang mengakibatkan meningkatnya kasus serupa yang dilakukan 4 pelaku terhadap anak di bawah umur.

"Kami mengapresiasi kinerja Polres Sampang, walaupun fakta 9 bulan menjadi catatan merah, karena kinerja Polres Sampang yang sangat lamban," terangnya, kamis (8/10/2020).

Menurut Khoir, atas dasar itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja Polres Sampang, Kopri PC PMII Sampang kembali melakukan turun ke jalan dengan aksi bungkam.

Dalam aksi tersebut, kader Kopri dibagi berbagai titik, mulai dari perempatan Gudang Garam, Terminal, Monumen, Pasar Srimangunan, Barisan, khususnya di Mapolres Sampang.

“Aksi ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat, bahwa Sampang sedang darurat kekerasan seksual," ujarnya.

Miatul Khoir menuntut Polres Sampang segera upayakan pembebasan Sampang dari kekerasan seksual, dan lebih tegas serta serius lagi dalam penanganan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur.

“Polres Sampang segera menangkap semua pelaku pelecehan seksual yang masuk ke DPO. Melakukan langkah preventif untuk meminimalisir meningkatnya kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur," tandasnya.

Sementara, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz saat dikonfirmasi lewat whatsappnya belum memberikan respon. (Fathur/red)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat di lingkungan pasar tradisional Kota Batu....

MEMOonline.co.id. Malang- Ketua LSM Aliansi Pemantau Anti Korupsi Nasional Republik Indonesia (APAN RI), Rahma Yulinda Handayani Tan, mengecam keras...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menyiapkan anggaran sekitar Rp250 juta untuk pengawasan program Bantuan...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, belum dapat...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memaksimalkan peningkatan...

Komentar