‎P-APBD 2026 Disetujui, Pemkab Lumajang Fokus Percepat Pembangunan dan Layanan Publik ‎

Foto : Penandatanganan persetujuan P-APBD 2026
16
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Persetujuan Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Karena itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta seluruh perangkat daerah (PD) bergerak lebih cepat agar sisa waktu pelaksanaan anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal.

‎ ‎Pesan tersebut disampaikan Bupati usai Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama DPRD Kabupaten Lumajang menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lumajang, Senin (27/7/2026).

‎ ‎Bupati menegaskan bahwa persetujuan P-APBD bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi pengelolaan keuangan daerah, melainkan menjadi titik awal untuk mempercepat realisasi program pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan manfaat anggaran benar-benar dirasakan masyarakat.

‎ ‎"Persetujuan Perubahan APBD ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi energi baru untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Lumajang. Saya mengapresiasi sinergi yang telah dibangun DPRD bersama Pemerintah Kabupaten sehingga seluruh proses pembahasan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang berpihak pada kepentingan masyarakat," ujarnya.

‎ ‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD, khususnya Badan Anggaran DPRD, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang telah menyelesaikan pembahasan P-APBD secara konstruktif hingga tercapai kesepakatan bersama.

‎ ‎Menurut Bupati, seluruh materi perubahan anggaran telah disusun sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Berbagai masukan dari Badan Anggaran maupun fraksi-fraksi DPRD akan menjadi bahan penyempurnaan dalam pelaksanaan program pembangunan di lapangan.

‎ ‎Usai memperoleh persetujuan DPRD, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan segera melengkapi dokumen administrasi untuk disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Timur sebagai bagian dari proses evaluasi sesuai ketentuan.

‎ ‎Bunda Indah juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar memanfaatkan sekitar lima bulan sisa pelaksanaan anggaran tahun 2026 untuk mempercepat realisasi program prioritas, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memastikan penyerapan anggaran berlangsung efektif, efisien, dan berkualitas.

‎ ‎"Saya mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan lima bulan terakhir tahun 2026 sebagai momentum untuk bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan lebih inovatif. Pastikan setiap program terlaksana tepat sasaran, penyerapan anggaran semakin berkualitas, serta optimalisasi PAD terus ditingkatkan. Yang paling penting, setiap kebijakan dan setiap rupiah anggaran harus benar-benar menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Lumajang," tegasnya.

‎ ‎Dengan disepakatinya P-APBD 2026, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap pelaksanaan program prioritas dapat berjalan lebih cepat sehingga pembangunan, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi daerah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat hingga akhir tahun anggaran.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mbrasak Klakah...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Penanganan kasus dugaan penyalahgunaan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) yang dikelola PT Asia Madura kembali...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengakselerasi kinerja birokrasi memasuki semester akhir pelaksanaan program...

MEMOonline.co.id. Surakarta- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia (AKJII) mendesak Presiden Prabowo Subianto...

MEMOonline.co.id. Jember- Penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang memasuki usia ke-24 tidak hanya menjadi panggung seni busana dan budaya...

Komentar