Seorang Nelayan di Sumenep Tewas Tenggelam di Laut Usai Perahu Karam

Foto: Desain Ilustrasi Humas Polres Sumenep
171
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kecelakaan laut terjadi di perairan Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Seorang nelayan lanjut usia, M. Rusdi (72), warga Dusun Dunggadung, Desa Karduluk, meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya karam saat memasang jaring ikan.

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melalui Kapolsek Prenduan AKP Hudi Susilo, S.H., menjelaskan bahwa korban berangkat melaut sekitar pukul 08.00 WIB bersama sepupunya, Bustomi, serta dua cucu Bustomi, Ulfa Lailatul Husna (13) dan Ahmad Habibi (5).

Mereka menggunakan perahu fiber berukuran sekitar lima meter untuk memasang jaring ikan.

Saat proses pemasangan jaring berlangsung, korban berjalan ke salah satu sisi perahu.

Pergerakan tersebut diduga membuat perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik dan karam.

Keempat penumpang pun tercebur ke laut.

Beruntung, seorang nelayan bernama Musliyanto alias P. Rizki yang sedang mencari rajungan di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan.

Seluruh korban berhasil dievakuasi ke atas perahunya. Namun, setelah diperiksa, M. Rusdi dinyatakan meninggal dunia.

Korban diduga kehabisan tenaga saat berusaha bertahan di dalam air.

Selanjutnya, seluruh korban dibawa ke daratan. Bustomi menjalani perawatan di Puskesmas Pragaan, sedangkan Ulfa Lailatul Husna dan Ahmad Habibi hanya mengalami kondisi ringan dan dirawat di rumah keluarganya.

Sementara jenazah M. Rusdi langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Prenduan bersama pihak Kecamatan Pragaan dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pragaan mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan para saksi, serta melakukan penyelidikan.

Pihak keluarga korban menolak dilakukan visum maupun autopsi dan menyatakan telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menyimpulkan kejadian itu diduga murni merupakan kecelakaan laut tanpa adanya unsur kesengajaan maupun tindak pidana.

Polres Sumenep mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dengan memperhatikan kondisi cuaca, tidak melebihi kapasitas perahu, serta menggunakan perlengkapan keselamatan untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Forum Ormas Bersatu Kota Batu (Forbes Koba) menggelar aksi penggalangan dana untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Sebanyak 25 personel Kompi B Polres Lumajang menggelar patroli skala besar pada Sabtu (22/8/2026) malam. Kegiatan ini...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Kegiatan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Dusun Curah...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, kembali masuk radar DPP PDI Perjuangan untuk...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Membangun karakter generasi penerus bangsa yang disiplin, berintegritas, dan mencintai tanah air menjadi prioritas utama...

Komentar