Kadisdik Sumenep Minta Sekolah Intens Lakukan Pengawasan MBG dan Melaporkan Makanan Tak Layak

Foto: Kadisdik Sumenep, Moh. Iksan (tengah), saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD)
19
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta seluruh sekolah aktif mengawasi kualitas makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Setiap temuan terkait kualitas maupun kelayakan konsumsi makanan diminta segera dilaporkan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar dapat segera dievaluasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disdik Sumenep, Moh. Iksan, saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) "NgomBe (Ngobrol MBG): Program Berdampak, Lanjut atau Tidak?" yang digelar DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep di Tanean Cafe, Kamis (9/7/2026).

Iksan menegaskan, pihaknya terus memantau pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah.

Bahkan, ia mengaku kerap melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik dalam kondisi baik.

"Saya sering datang tanpa pemberitahuan ke sekolah untuk melihat langsung makanan yang diterima anak-anak. Yang paling penting bagi saya adalah porsinya cukup sehingga anak-anak kenyang, sementara kandungan gizinya menjadi kewenangan tim yang membidangi," ujarnya.

Menurutnya, hasil pemantauan di lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan program MBG agar semakin baik.

Karena itu, Disdik Sumenep telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah agar tidak ragu melaporkan jika menemukan makanan yang kurang layak konsumsi atau mendapat keluhan dari peserta didik.

"Kami sudah meminta kepala sekolah, apabila ada makanan yang dinilai kurang layak atau rasanya tidak sesuai, segera sampaikan kepada pihak SPPG. Dengan begitu bisa langsung dievaluasi dan diperbaiki," katanya.

Ia menegaskan koordinasi antara sekolah, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan pengelola SPPG harus terus diperkuat agar pelayanan MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Selain meningkatkan pengawasan kualitas makanan, Disdik Sumenep juga mendorong perluasan cakupan program agar seluruh peserta didik dapat menikmati manfaat MBG, termasuk di lembaga pendidikan berbasis pesantren dan wilayah kepulauan.

"Kami berharap pelaksanaan MBG terus disempurnakan sehingga dapat menjangkau seluruh sekolah, termasuk pesantren dan wilayah kepulauan seperti Pulau Masalembu. Pemerataan layanan menjadi bagian penting agar seluruh anak didik memperoleh manfaat yang sama," pungkas Iksan.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan...

MEMOonline.co.id. Jakarta- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI) Jaya resmi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sejumlah pohon berukuran besar dan bernilai tinggi yang berada di Ruang Milik Jalan (Rumija) Nasional pada wilayah...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter mewarnai pelaksanaan Kemah HIMMAH ke-51 yang diselenggarakan...

Komentar