Foto: Analis Kebijakan Publik Diskominfo Sumenep, Gunawan Sujana
Foto: Analis Kebijakan Publik Diskominfo Sumenep, Gunawan Sujana
MEMOonline.co.id. Sumenep- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep mencatat terobosan dalam tata kelola teknologi pemerintahan dengan meluncurkan sistem Layanan Pemantauan Isu Publik Kabupaten Sumenep (LAPIS) yang dikembangkan secara mandiri tanpa alokasi anggaran khusus.
Sistem yang resmi beroperasi sejak pekan keempat Desember 2025 itu berhasil mengurangi ketergantungan pemerintah daerah terhadap layanan pihak ketiga.
Dampaknya, Pemkab Sumenep mampu menghemat anggaran hingga ratusan juta rupiah yang sebelumnya digunakan untuk layanan pemantauan sentimen media dan portal berita.
Analis Kebijakan Publik Diskominfo Sumenep, Gunawan Sujana, mengatakan pengembangan LAPIS dilakukan sepenuhnya secara in-house dengan memaksimalkan sumber daya teknis internal yang dimiliki pemerintah daerah.
“Inovasi tidak selalu identik dengan pengadaan perangkat lunak mahal melalui tender. LAPIS kami bangun dari nol tanpa bantuan anggaran khusus. Ini membuktikan bahwa optimalisasi kompetensi internal mampu menghadirkan sistem analitik yang efektif dan tepat guna,” ujar Gunawan, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, sistem berbasis zero-budget tersebut mampu memantau opini publik lintas platform, mulai dari media sosial hingga berbagai portal berita digital lokal di Kabupaten Sumenep.
LAPIS juga dirancang untuk memetakan sentimen masyarakat secara otomatis sekaligus mempercepat proses disposisi isu kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Fokus kami adalah mendukung kebijakan berbasis data atau evidence-based policy. Dengan LAPIS, pemerintah dapat mendeteksi persoalan lebih cepat, mengambil langkah lebih presisi, dan tetap efisien tanpa membebani APBD,” jelasnya.
Keberhasilan inovasi tersebut mendapat apresiasi di tingkat daerah. Pada tahun 2025, LAPIS resmi dinobatkan sebagai pemenang penghargaan Inovasi Kabupaten Sumenep.
Penghargaan itu semakin menegaskan posisi LAPIS bukan sekadar instrumen teknis, melainkan bagian dari reformasi birokrasi digital yang berdampak nyata bagi tata kelola pemerintahan di Sumenep.
Memasuki bulan kelima masa operasionalnya, LAPIS terus diperkuat sebagai sistem deteksi dini krisis komunikasi publik.
Inovasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kemandirian teknologi di lingkungan pemerintahan dapat diwujudkan melalui optimalisasi sumber daya internal.
Penulis : Alvian
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak