Demi Lindungi Pedagang Tradisional, DPRD Sumenep Bakal Perketat Izin Toko Modern

Foto: Suasana Pembahasan Pansus Revisi Perda Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern.
18
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep mulai memperketat regulasi pendirian toko modern guna melindungi keberlangsungan pasar tradisional yang semakin terdesak oleh ekspansi ritel modern.

Langkah tersebut dilakukan melalui revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional serta Penataan Pasar Modern.

Saat ini, pembahasan revisi perda tersebut tengah digodok oleh panitia khusus (Pansus) DPRD Sumenep.

Ketua Pansus, Irwan Hayat, mengatakan pertumbuhan pasar modern yang pesat harus diimbangi kebijakan yang berpihak kepada pedagang kecil.

Menurutnya, pasar tradisional memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat.

“Kalau tidak diatur dengan baik, pasar tradisional akan semakin tersisih. Karena itu pemerintah harus hadir menjaga keseimbangan,” ujarnya saat memimpin rapat pembahasan revisi Perda Nomor 5 Tahun 2013, Jumat (8/5/2026).

Irwan menjelaskan, revisi perda nantinya akan mengatur lebih rinci mekanisme perizinan toko modern, termasuk penentuan lokasi pendirian dan batas jarak dengan pasar tradisional.

Aturan tersebut ditujukan untuk mencegah dampak langsung terhadap omzet pedagang kecil.

“Pasar modern tidak boleh berdiri terlalu dekat dengan pasar tradisional karena dapat memengaruhi omzet pedagang kecil,” tegasnya.

Selain memperketat perizinan, DPRD juga menyoroti pentingnya pembenahan pasar tradisional, mulai dari fasilitas, kebersihan, hingga penataan area pasar agar lebih nyaman bagi pengunjung.

Menurut Irwan, penguatan pasar tradisional tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kualitas pelayanan dan sarana pendukung agar mampu bersaing dengan pasar modern.

Ia menilai stigma pasar tradisional yang kumuh dan tidak tertata harus diubah melalui langkah konkret dari pemerintah daerah.

DPRD juga meminta pengawasan terhadap pembangunan pasar modern diperketat agar tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Tujuan akhirnya bukan untuk menghambat investasi, melainkan menciptakan keseimbangan agar pasar modern dan pasar tradisional bisa tumbuh bersama,” tandasnya.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Kebakaran hebat melanda Gudang Kayu “Berkah Al Banjari” dan sebuah toko bangunan di Dusun Bakong, Desa Batukerbuy,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Sumenep menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep Masa Khidmat...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kekosongan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat perhatian serius dari...

MEMOonline.co.id. Sumenep- RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus memperkuat sistem validasi data pelayanan kesehatan di tengah meningkatnya tuntutan...

p>MEMOonline.co.id. Sumenep- Momentum Hari Buruh Nasional yang diperingati pada 1 Mei 2026 dimanfaatkan RSUD Moh Anwar Sumenep untuk memberikan...

Komentar