Foto : Bupati Lumajang Indah Ameperawati (kiri)
Foto : Bupati Lumajang Indah Ameperawati (kiri)
MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ketahanan moral generasi muda di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Kementerian Agama Kabupaten Lumajang terkait pelaksanaan Wisuda Akbar Tartil dan Tahfidz yang akan diikuti sekitar 4.500 santri Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Lumajang.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Semeru pada 23 Mei 2026.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menilai pendidikan Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca atau menghafal, tetapi juga menjadi pondasi pembentukan karakter generasi sejak usia dini.
Menurutnya, penguatan pendidikan berbasis nilai agama menjadi kebutuhan penting ketika anak-anak tumbuh di era digital yang sangat terbuka terhadap berbagai pengaruh luar.
“Generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an akan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan bermartabat. Ini investasi jangka panjang bagi masa depan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan manusia yang kuat harus dimulai dari nilai dasar yang membentuk cara berpikir dan perilaku generasi muda.
“Kalau anak-anak sejak kecil dibiasakan mencintai Al-Qur’an, maka mereka tumbuh dengan akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Ini modal utama membangun Lumajang ke depan,” tegas Bupati.
Bupati menjelaskan bahwa pembangunan daerah saat ini tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
Kualitas manusia menjadi faktor utama yang menentukan arah kemajuan daerah dalam jangka panjang.
Karena itu, pendidikan agama dipandang sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan sosial, terutama untuk membentuk generasi yang memiliki integritas, etika, serta daya tahan terhadap tantangan moral.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, H. Achmad Faisol Syaifullah, mengatakan keterlibatan sekitar 4.500 santri menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan generasi.
Ia menilai kegiatan wisuda akbar tersebut merupakan simbol tumbuhnya gerakan pendidikan Qurani yang lebih luas di masyarakat, dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.
“Ini bukan sekadar wisuda. Ini ikhtiar bersama membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai dan akhlak,” katanya.
Dalam konteks pembangunan, pendidikan Al-Qur’an dipandang sebagai investasi karakter.
Nilai-nilai seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan empati yang ditanamkan melalui pembelajaran agama dinilai menjadi modal sosial penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
Langkah ini juga menjadi respons terhadap perubahan pola pendidikan di era digital, ketika anak-anak semakin dekat dengan teknologi dan arus informasi.
Pemerintah menilai penguatan literasi agama menjadi benteng agar generasi muda tetap memiliki orientasi moral yang kuat.
Keterlibatan ribuan santri pada kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an masih menjadi kekuatan sosial di Lumajang.
Selain membentuk kemampuan keagamaan, gerakan ini juga memperkuat peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Melalui dukungan terhadap wisuda akbar tahfidz, Lumajang menegaskan bahwa pembangunan manusia tidak hanya diukur dari kecakapan akademik, tetapi juga dari kuatnya karakter dan moral generasi.
Di tengah tantangan globalisasi, pendidikan Al-Qur’an menjadi fondasi penting untuk menyiapkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki ketahanan nilai sebagai modal utama pembangunan daerah.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak