Foto: (Dok fb) SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan
Foto: (Dok fb) SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan
MEMOonline.co.id. Pamekasan- Pintu pagar SMK Kesehatan Nusantara yang berada di Jalan Raya Nyalaran, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, Pamekasan, hingga kini masih terkunci rapat akibat konflik internal yang belum terselesaikan.
Kondisi tersebut semakin menambah daftar lembaga pendidikan di Kabupaten Pamekasan yang mengalami penyegelan karena persoalan internal.
Situasi ini pun menimbulkan kekhawatiran, terutama terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar para siswa.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan saat ini tengah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait penyegelan sekolah tersebut.
Langkah itu dilakukan karena kewenangan pengelolaan sekolah tingkat MA, SMA, dan SMK berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Ahmad Basri Yulianto, mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar persoalan tersebut segera menemukan solusi.
“Terkait hal itu, kami tengah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur karena sekolah menengah atas memang menjadi kewenangan provinsi,” ujar Basri.
Basri yang juga pernah menjabat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan berharap konflik yang mencoreng dunia pendidikan tersebut segera berakhir agar para siswa bisa kembali mengenyam pendidikan dengan normal.
Menurutnya, penyelesaian konflik harus menjadi prioritas demi menjaga hak siswa untuk memperoleh pendidikan yang layak dan kondusif.
Penulis : Baihaki
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak