Terpantau Banyak Berlubang, ‎Kondisi Jalan Nasional Ruas Lumajang - Turen Berpotensi Membahayakan Pengendara ‎

Foto : Kondisi ruas jalan Nasional Lumajang - Turen di Kecamatan Sukodono Lumajang
220
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pasca viral kondisi jalan nasional jalur Lumajang - Turen di Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang, memicu sorotan publik.

‎ ‎Dinilai memprihatinkan, kondisi itu makin disesalkan mengingat dalam beberapa hari ke depan, jalur dipastikan ramai memasuki momen mudik lebaran 2026.

‎ ‎Terpantau, jalan berlubang, permukaan bergelombang berikut nampak bekas tambal sulam, akan tetapi sudah kembali hancur, material berserakan.

‎ ‎Cenderung membahayakan pengendara, kerikil hampir memenuhi badan jalan, terlebih di akses traffic light simpang empat masuk Desa Dawuhan Lor, jalur menikung.

‎ ‎Sebelumnya diberitakan, perbaikan disebut perawatan berkala disampaikan salah salah seorang pekerja, menggunakan aspal hasil kerukan di ruas jalan raya Kecamatan Kedungjajang.

‎ ‎Menggunakan lem emolsy, sedianya ditegaskan akan merekatkan bahan tambalan, meski hasilnya cenderung bertolak belakang.

‎ ‎Para pekerja menyebut Yanto sebagai salah seorang koordinator dari dinas terkait yang memberikan arahan.

‎ ‎Saat melakukan pengerjaan, pekerja membawa kendaraan tri seda sebagai alat angkut bahan aspal bekas kerusakan dibungkus karung beras, beberapa lem perekat dikemas dalam jerigen kapasitas 5 Kg, sekop dan alat keruk manual, berikut sapu lidi.

‎ ‎"Memang arahannya begitu pak," ucap seorang pekerja, lantas pergi.

‎ ‎Pengguna jalan menyesali. Berkesesuaian dengan realita yang ada, ruas jalan yang diperbaiki dengan metode tambal sulam ini, rusak lagi dalam waktu tak lama.

‎ ‎"Didepan Embong Kembar, padi diperbaiki sorenya sudah rusak lagi," ucap Hadi, warga setempat.

‎ ‎Terpisah, Yanto koordinator yang disebut pekerja, dihubungi menerangkan, jika pengerjaan tersebut merupakan penanganan sementara.

‎ ‎Untuk kualitas hampir sama dengan hotmix. Sambil menunggu tim patching pakai hotmix.

‎ ‎Untuk biaya, menggunakan rutin atau swakelola bukan paket. Disinggung besaran, Yanto mengaku tak mengetahui.

‎ ‎Skala keseluruhan penangan rutin itu dari wilayah Probolinggo, Lumajang, Turen sepanjang 133 kilo meter.

‎ ‎Diduga, aspal lama hasil kerukan dari ruas jalan lain, tanpa melalui daur ulang sehingga hasil yang ada berbuah kritik.

Sebagai informasi, ruas jalan tersebut merupakan kewenangan PPK BBPJN Jawa-Bali Wil Prob-Lumajang-Turen.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep mencatat terobosan dalam tata kelola teknologi...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Pintu pagar SMK Kesehatan Nusantara yang berada di Jalan Raya Nyalaran, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, Pamekasan,...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa penguatan integritas aparatur sipil negara menjadi fondasi utama reformasi...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Wisata air legendaris Kabupaten Lumajang belakangan disorot pasca muncul wahana air berupa sewa ban pelampung, perahu...

Komentar