Wujudkan Cita-cita Mas Tamam, DPMPTSP dan Naker Pamekasan Optimis Bisa Selesaikan Pelatihan WUB 3.000 Orang

Foto : Program wirausaha baru (WUB) saat melaksanakan pelatihan pengrajin batik.
1628
ad

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur optimis bisa melatih 3.000 orang untuk program wirausaha baru (WUB) selama tahun 2022.

Kepala DPMPTSP dan Naker Pamekasan, Supriyanto mengungkapkan, berdasarkan data terbaru per mei 2022 pelatihan yang telah selesai dilakukan mencapai 68 paket pelatihan usaha atau 1.200 orang dari jumlah 132 paket pelatihan.

"Target kita tahun ini 3.000 orang, ada 132 paket pelatihan, perpaket 20 orang. Insyaallah awal desember nanti kegiatan itu sudah selesai semua (optimis, red)," ujar Mantan Kabag Prokopim Setdakab Pamekasan tersebut, Sabtu (16/7/2022).

Pelatihan usaha itu bertujuan untuk menumbuhan perekonomian masyarakat sesuai dengan cita-cita Bupati Baddrut Tanam dengan target 10 ribu wirausaha baru selama kepemimpinannya demi tercapainya kesejahteraan masyarakat yang merata dari bawah dan berkeadilan.

Program WUB itu tidak sebatas diberikan pelatihan usaha gratis, melainkan masyarakat yang ikut pelatihan tersebut berkesempatan meminjam modal usaha dengan bunga nol persen, tentu bagi mereka yang membutuhkan. Tidak hanya itu, pemkab juga memberikan bantuan alat produksi gratis yang dananya bersumber dari corporate social responsibility (CSR).

Pemkab Pamekasan juga menfasilitasi pemasarannya bagi masyarakat yang telah mengikuti pelatihan WUB dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) secara umum, baik online maupun offline. Fasilitasi pemasaran yang offline tersebut dengan mendirikan Wamira Mart di beberapa kecamatan agar produk mereka bisa terjual di pasaran dengan harga yang bersaing.

Supriyanto berharap, masyarakat yang telah mengikuti pelatihan WUB tersebut dapat mengembangkan keterampilannya untuk menjadi pengusaha baru yang sukses demi tercapainya Pamekasan Hebat, rajja, bajra, tor parjuge.

"Karena cita-cita bapak bupati, semua kebutuhan masyarakat bisa tercukupi dari produksi masyarakat Pamekasan sendiri, seperti sarung, songkok, sandal, sepatu, tas, dan makanan agar uang masyarakat tidak mengalir ke luar daerah," pungkasnya.

Penulis      :    Wildan

Editor        :   Udiens

Publisher  :   Satrio Pininggit

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Surakarta- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia (AKJII) mendesak Presiden Prabowo Subianto...

MEMOonline.co.id. Jember- Penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang memasuki usia ke-24 tidak hanya menjadi panggung seni busana dan budaya...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura menyatakan sikap tegas mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Sikap tegas diambil Ikatan Wartawan Lumajang menyikapi skandal penebangan pohon bernilai tinggi dan dilindungi di...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Destinasi wisata edukasi jamur dan bunga, Mikutopia, membuka kesempatan berkarier bagi para lulusan seni untuk bergabung...

Komentar