Awalnya, Kakek Mamad Menjerit, Karena Untuk Bertahan Hidup Dia Rela Jadi Pengemis, Mamad: Kementrian Sosial Terimakasih Atas Perhatiannya

Foto: Saat mengunjungi kakek Ahmad Noer di Desa Karang Kedawung, Mumbulsari, Jember.
2299
ad

MEMOonline.co.id. Jember - Kementerian Sosial, Sentra Mahatmiya merespon cepat informasi mengenai kakek berusia 65 tahun yang hidup sebatang kara dan viral kasusnya di salah satu media online MEMOonline.co.id

Dalam kegiatan hari ini di hadiri Dinas Sosial (dinsos) pemerintah daerah, Sentra Mahat Maha Mania Bali, kades RT/RW, Babinsa dan Puskesmas setempat.

Menteri Sosial, Sentra Mahatmiya Bali Sumarno Sribowo secara khusus memberikan arahan untuk dilakukan asesmen kebutuhan terhadap kakek Mamad sapaan akrab sang kakek Mamad. Menindaklanjuti arahan tersebut.

"Kami respon kasus yang sempat viral, kita di kementrian satu wadah di ibu kementerian.

"Jadi setiap masalah di Indonesia tidak hanya di Jember saja pasti diberikan respon," ujar Wibowo.

Sentra Mahatmiya Bali berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Jember melaksanakan asesmen kebutuhan terhadap Mamad.

"Kita nanti assessmentpres tapi untuk sementara ini kita penuhi kebutuhan pokok untuk sehari-hari,"pungkasnya .

Mamad memiliki nama asli Ahmad Noer tinggal di RT/RW 01/07 Dusun Pejitalang, Desa Karangkedawung, Kecamatan Mumbulsari. Rumah yang ditinggalinya saat ini merupakan tanah milik PUPR Pengairan Jember. Bersama hewan kesayangan yakni seekor kucing.

"Jadi untuk pak Mamad kita berkerjasama dengan pemerintah daerah tingkat RT/RW desa/kelurahan bersama-sama supaya pak Mamad, agar beliau mendapatkan hidup layak,

Kita nanti assessment tapi untuk sementara ini kita penuhi kebutuhan pokok untuk sehari-hari," imbuhnya.

Tak ada keluarga yang tersisa. Kedua orang tua dan juga nenek Mamad lama berpulang. Anak dan istrinya juga telah tiada.

Dan tinggal Mamad sendiri menghabiskan masa tuanya di rumah yang usianya jauh lebih tua darinya.

Hampir lapuk kayu-kayu yang menopang atap rumahnya, sementara tanaman liar menyelimuti pekarangan rumah yang tinggal di atas sisa galian c dan halaman depan sungai/kanal.

"Ke depan jika ada masalah seperti ini kami berharap minimal ada pendampingan dari tingkat Desa, jika tidak menutup kemungkinan baru kita tindak lanjuti dari kementrian sosial, kita bersinergi,,"

Dengan kondisi pak Ahmad yang seperti jangan Sampek terjadi lagi di Indonesia ini dia punya keluarga tapi bukan keluarga kandung," ucap Wibowo.

Mamad dianggap memiliki keterbelakangan mental oleh penduduk sekitar. Tak banyak orang yang berinteraksi dengannya.

"Jadi untuk pak Mamad kita berkerjasama dengan pemerintah daerah tingkat RT/RW desa/kelurahan bersama-sama supaya pak Mamad, agar beliau mendapatkan hidup layak," katanya.

Tapi beruntung, selalu saja ada orang-orang yang peduli padanya. Meski tak rutin berkomunikasi dengan Mamad warga sekitar memberikan sesuap nasi untuk Mamad.

Beberapa tahun yang lalu, Mamad mengalami kecelakaan sehingga mengakibatkan ia tak mampu lagi berjalan.

"Dengan kondisi pak Ahmad yang seperti jangan Sampek terjadi lagi di Indonesia ini dia punya keluarga tapi bukan keluarga kandung." Ungkap.

Dengan kondisi sebatang kara Mamad sebelumnya mengemis di Kecamatan Jenggawah, Balung dan Sukowono tempat dia mencari sesuap nasi untuk bisa bertahan hidup.

"Pekerjaan kami mengemis, jadi.detipa harinya berpindah tempat," kata kakek Mamad.

Ahmad Noer yang biasa Kakek Mamad mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang rela hadir kediamannya.

Na'as itu terjadi tahun 2016 Mamad belum pernah mendapat program dari pemerintah daerah kabupaten ataupun dari pemerintah setempat .

"Belum pernah mendapatkan bantuan apapun, Nasik sebutir," terang Kakek Mamad, dengan nafas yang kecil hingga menangis"

Apa yang harus kita ambil pelajaran dari kisah ini?

Meski tak sempurna lagi fisiknya dan berusia lanjut, tak pernah terucap keluh dari lisannya. Ia yakin bahwa Tuhan masih menyayanginya dengan memberikannya kehidupan.

Penulis      :    Zainullah

Editor        :   Udiens

Publisher  :   Satrio Pininggit

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar