Foto : Ketua DPW Barikade Gus Dur Jatim, Ahmad Arizal
Foto : Ketua DPW Barikade Gus Dur Jatim, Ahmad Arizal
MEMOonline.co.id. Bangkalan - Jelang pemilihan presiden di tahun 2024, saat ini berbagai kelompok mulai menghidupkan mesin politik. Untuk mencegah adanya perpecahan, Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Barikade Gus Dur Jatim meminta agar tak menjadikan agama sebagai alat berpolitik.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan talkshow 'Toleransi Umat Beragama' yang digelar di Pendopo Agung Bangkalan pada sore ini.
Ketua DPW Barikade Gus Dur Jatim, Ahmad Arizal mengatakan, menjelang Pilpres di 2024 mendatang, masyarakat harus menghadapi berbagai dinamika dengan tenang. Bahkan ia meminta kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan politik tidak menggunakan unsur Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).
"Jangan karena kepentingan politik, lalu mengatasnamakan agama atau SARA. Hal itu akan membuat masyarakat menjadi resah," ungkapnya, Sabtu (25/6).
Meski begitu, pria yang merupakan kerabat dekat Yenny Wahid ini mengaku tak memiliki muatan politik dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku, kegiatan itu digelar untuk memperkuat toleransi antat umat beragama.
"Tidak ada muatan politik sama sekali. Disini kami membawa program bu Gubernur Jatim dengan tujuan memperkuat nilai kebangsaan dan bernegara demi menjaga keutuhan NKRI," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai pimpinan pondok pesantren di Bangkalan ikut hadir termasuk ketua PCNU Bangkalan.
"Intinya, kami berharap masyarakat tetap kondusif dan aman serta terhindar dari perpecahan," pungkasnya.
Penulis : Julian
Editor : Udiens
Publisher : Satrio Pininggit