Kali Sadang Kembali Tercemar, Masyarakat: Kami Butuh Kerja Besar Bukan Spanduk Besar

Foto: Air Kali Sadang bercampur minyak
1481
ad

MEMOonline.co.id. Bekasi - Kali Sadang kembali tercemar. Warnanya berobah coklat kemerahan bahkan cenderung pekat berminyak.

Kejadian tersebut dilaporkan oleh salah seorang pemerhati lingkungan hidupyang tinggal di sekitar wilayah Kali Sadang, Mase Sugeng.

Menurut Mase Sugeng, air Kali Sadang berobah warna menjadi coklat kemerahan serta pekat berminyak.

"Kejadiannya sekitar jam 15.00 WIB sampai menjelang Maghrib Bang, ucap Mase Sugeng mengkonfirmasikan, Selasa (7/6/2022) sore. "Airnya berminyak dan baunya pun mirip minyak solar," jelas Mase Sugeng.

Ini, lanjut Mase, menjadi hal yang aneh padahal belum seminggu Pj. Bupati Bekasi bersama jajaran terkaitnya melakukan sidak.

"Pj. Bupati Bekasi pun bilang kala itu, laporkan saja ke beliau bila ada pencemaran lagi, dan tunjukan bukti berupa foto dan video," katanya.

"Katanya sudah diinstruksikan ke Dinas LH untuk meningkatkan pengawasan melalui patroli rutin ataupun menggunakan alat memonitor seperti CCTV,” sebut Mase.

Bahkan, terang Mase, Pj. Bupati Bekasi telah mengultimatum pihak pengelola kawasan ataupun pabrik untuk tidak sembarangan lagi membuang limbah pabriknya ke aliran sungai karena mereka sekarang berhadapan dengan pemerintah.

"Sebagai relawan, kami prihatin atas kejadian ini. Kenapa masih terus terjadi hal dimaksud, dan sampai kapan?," ujarnya.

"Menjadi hal yang ironi bila ini terus dibiarkan. Inikah Bekasi? Inikah yang akan kita wariskan untuk generasi berikutnya?," pungkas Mase Sugeng.

Sementara Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan hanya menjawab bahwa sudah menugaskan personil Dinas LH dan mempersilahkan untuk melaporkan ke nomor hotline yang tertera di spanduk.

"Saya sudah tugaskan personil DLH untuk melakukan patroli dan memasang spanduk peringatan untuk tidak mencemari Kali Sadang serta nomor hotline untuk pengaduan/laporan masyarakat. Silahkan sampaikan laporannya ke nomor hotline tersebut," singkat Dani Ramdan, Rabu (8/6/2022) pagi.

"Kalau ada bukti langsung proses aja itu pelecehan terhadap aturan," timpal anggota DPR RI Obon Tabroni menanggapi, Rabu (8/6/2022) pagi.

Begitu juga Eman Sulaeman Plt. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi ketika dikonfirmasi.

"Yang pasti sekarang DLH sedang turun ke perusahaan-perusahaan di sepanjang Kali Sadang dan Kali Cikedokan," ungkap Eman Sulaeman, Rabu (8/6/2022) siang.

"Dan akan turun juga bersama tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI," imbuh Eman.

"Sekarang bukan masalah patroli dan pemasangan spanduk tetapi masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya warga yang berdekatan serta bersentuhan langsung dengan Kali Sadang butuh bukti tindakan nyata juga keseriusan Pak Dani Ramdan sebagai pimpinan daerah," kata Hisar Pardomuan seorang pemerhati lingkungan hidup sekaligus ketua RJN Bekasi Raya ini.

Dengan masih adanya perusahaan nakal yang membuang limbah industrinya ke Kali Sadang, lanjut Hisar, padahal belum seminggu berlalu Pak Pj. Dani Ramdan beserta jajarannya, Obon Tabroni anggota DPR RI serta Kementerian LH RI lakukan sidak, masih saja pencemaran Kali Sadang tetap berulang.

"Ini membuktikan mereka tidak takut akan hal itu," tukasnya.

"Atau memang benar dugaan bahwa perusahaan-perusahaan nakal pembuang limbah indrustrinya ke Kali Sadang itu selama ini sudah memberikan 'upeti'..?," tuntas Hisar.

Penulis      :    Bambang

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa kembali menggema di Kabupaten Sumenep. Sebanyak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

Komentar