DKPP Sumenep Siapkan Program 'Lu Ganteng Pa' Untuk Populasi Sapi Madura

Foto: Arif Firmanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep
1977
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep  - Banyaknya masyarakat peternak yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, khususnya peternak sapi lokal yang kini beralih beternak sapi madrasin (madura limosin), membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) setempat khawatir.

Pasalnya, dengan banyaknya masyarakat pindah beternak sapi madrasin, posisi populasi sapi Madura di Sumenep terancam.

Apalagi perubahan tersebut, dipicu oleh meningkatnya permintaan pasar akan sapi hasil persilangan sapi madura limosin.

"Diakui atau tidak, kemurnian sapi madura saat Ini mulai tergerus," kata Arif Firmanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep, Senin (21/02/2022).

Menurutnya, sapi madrasin memang memiliki postur tubuh lebih besar daripada sapi lokal. Sehingga banyak masyarakat banyak yang tertarik memelihara sapi tersebut daripada memelihara sapi lokal,

Sedangkan mayoritaspersilangan ras sapi tersebut, masih kata Arif, dilakukan melalui Inseminasi buatan.

"Caranya. peternak cukup memasukkan semen beku milik supi limousin yang telah dicairkan ke dalam saluran alat reproduksi sapi betina lokal. Namun, kondisi Itu lambat laun akan menggerus sapi asli Madura” terangnya.

Padahal, lanjut dia, kualitas daging sapi madura jauh lebih baik daripada sapi lainnya, termasuk sapi madrasin. Dia meyakini, sapi madura adalah sapi unggul,

"Sapi madura Itu sangat Istimewa karena tahan penyakit. Tidak mudah stres dan kualitas dagingnya bagus. Selain itu, mempunyai respon baik terhadap perbaikan pakan dan tahan pakan dengan kandungan serat kasar tinggi," papar Arif.

Oleh karenanya, pihaknya akan berjuang mempertahankan populasi sapi madura, dengan program Lu Ganteng Pa.

Sedang untuk mewujudkan keinginannya, Arif mengaku sudah menetapkan pengembangan wilayah sumber bibit (Wilsumbit) di empat kecamatan.

Masing - masing : Kecamatan Guluk-Guluk, Ganding, Lenteng dan Pasongsongan (Lu Ganteng Pa).

Dengan pertimbangan, populasi sapi madura disana masih terjaga.

Sebab masyarakat disana masih cenderung menyukai perkawinan sapi madura dengan kawin alam atau insemimasi buatan berupa straw (mani sapi madura).

Bahkan untuk mewujudkan keinginan masyarakat di wilsumbit, DKPP akan bekerjasama dengan Balai Besar inseminasi buatan (BBIB) Singosari.

Ada empat pengadaan sapi madura pejantan unggul yang nantinya ditempatkan di sana untuk bisa memproduksi semen beku berkualitas (straw).

"Kan untuk menjaga kelestarian sapi madura. Bisa melalui perkawinan sapi madura dengan sapi madura atau disuntikkan straw yang siap didistribusikan ke Sumenep,” pungkas Arif.

Penulis      :   Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher :   Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Surakarta- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia (AKJII) mendesak Presiden Prabowo Subianto...

MEMOonline.co.id. Jember- Penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang memasuki usia ke-24 tidak hanya menjadi panggung seni busana dan budaya...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura menyatakan sikap tegas mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Sikap tegas diambil Ikatan Wartawan Lumajang menyikapi skandal penebangan pohon bernilai tinggi dan dilindungi di...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Destinasi wisata edukasi jamur dan bunga, Mikutopia, membuka kesempatan berkarier bagi para lulusan seni untuk bergabung...

Komentar