Demi Maksimalkan Promosi Batik, Mas Tamam Bakal Gelar Gebyar Batik Khas Pamekasan di Enam Daerah Berbeda

Foto: Bupati Pamekasan Memaksimalkan Promosi Batik Khas Pamekasan
787
ad

MEMOonline.co.id. Pamekasan  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, akan menggelar gebyar batik di enam daerah berbeda di wilayah Jawa timur, selama tahun 2022. Jumat (14/01/2022).

Enam daerah tersebut meliputi Malang, Kediri, Probolinggo, Tuban, Jember dan di daerah Bali. Hal itu dilakukan bentuk Bupati Pamekasan, H Baddrut Tamam (Mas Tamam) dalam memaksimalkan promosi batik khas Pamekasan supaya lebih dikenal di tingkat Nasional maupun Internasional.

"Kenapa Malang? targetnya adalah segmen pasar kalangan anak muda, karena Malang tempat perguruan tinggi, sehingga batik yang nanti ditampilkan adalah batik bernuansa anak muda, dan kekinian," kata Bupati Pamekasan, melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Achmad Sjaifuddin.

Kata Sjaiful, semua daerah di Jatim yang dipilih menjadi tempat pelaksanaan gebyar batik tersebut sesuai dengan target pasar. Seperti di Kabupaten Probolinggo atau Bromo, tempat tersebut bernuansa advanture, demikian juga dengan Jember, ada pusat fashion, Jember Fashion Festival, serta ada komunitas batik fashion Jember.

"Rencana gebyar di Malang dan Kediri akan dilaksanakan pada akhir bulan Maret. Di Bromo bulan Juni, Jember dan Tuban rencananya akan dilaksanakan pada bulan juni hingga agustus," terang Sjaiful.

Pihaknya menginginkan peserta gebyar batik itu terdiri dari beberapa elemen, termasuk youtuber, selebgram, serta komunitas lainnya guna memasifkan promosi batik khas Pamekasan hingga ke manca negara.

"Bapak bupati menginginkan yang nonton harus banyak komunitas, para youtuber para selebgram yang memberikan pengaruh besar dalam mempromosikan batik. Itulah latar belakangnya," tandasnya.

Khusus gebyar batik yang dilaksanakan di pulau dewata Bali bertujuan untuk mengenalkan batik Pamekasan kepada wisatawan dari luar Indonesia. Puncak gebyar batik tersebut nantinya akan digelar di Surabaya yang akan menampilan seluruh hasil desain batik fashion Pamekasan.

"Nanti akan ditampilkan sepenuhnya di Surabaya sebagai pusat barang jasa, pusat perdagangan dan pusat mode," tandasnya.

Pihaknya akan melakukan surve atas dampak penjualan batik usai pelaksanaan gebyar tersebut agar program itu tidak sia-sia.

"Nanti akan kami lihat dampak penjualan batik dari Januari 2022 ini sekian, lalu di 2023 Januari setelah digelar gebyar batik dalam kurun wktu satu tahun kira-kira dampaknya bagaimana," pungkasnya.

Penulis      :   M. Halili

Editor        :   Udiens

Publisher :   Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar