Foto : Bupati Lumajang mengenakan pakaian motif batik saat meninjau proyek rebab stadion semeru ( atas ). Keretakan yang diunggah Arman Maulana di akun sosial media ( bawah ).
Foto : Bupati Lumajang mengenakan pakaian motif batik saat meninjau proyek rebab stadion semeru ( atas ). Keretakan yang diunggah Arman Maulana di akun sosial media ( bawah ).
MEMOonline.co.id, Lumajang - Baru - baru ini, warga memperbincangkan soal proyek rehab stadion semeru Lumajang, yang diduga dikerjakan secara asal - asalan. Ramai disejumlah elemen masyarakat hingga di sosial media, nitizen unggah sejumlah dugaan, hingga prediksi tak bertahan lama, bahkan anggapan jika proyek miliyaran itu cacat kontruksi.
Situasi itu bermula unggahan Bupati Lumajang, diakun Facebook miliknya bernama Thoriqul Haq, pada Sabtu kemarin. Mengalir, berawal menyapa warga mengajak main bola di malam tahun baru, hingga menuai beragam komentar.
"MALAM TAHUN BARU balbalan reeek. Sopo melu, stadion semeru saiki wes ono lampune. Iki wes suwe ndak balbalan, pingin nyaduk bal, supoyo pikirane rodok adem," tulis Cak Thoriq disertai unggahan gambar, situasi dan kondisi terkini stadion kebanggaan Lumajang itu.
Sambut warga membalas sapa senada mendukung. Tetapi dilain sisi, ada warga yang memprotes, menyoal pelaksanaan proyek itu yang diketahui sudah lewat masa waktu, namum belum juga usai.
"Ya, pak bupati stadionnya baru di perbaiki, namun sayangnya pengerjaan proyeknya terkesan asal - asalan dan tidak selesai tepat waktu, yg seharusnya selesai tanggal 13 Desember 2021 tapi sampai saat ini belum terselesaikan dengan baik. Dan bahkan sekarang kejar"an dgn waktu. Tolong pelaksana, PPK dan konsultan pengawasnya di panggil bagaimana tanggung jawabnya. Pekerjaannya jelek bergelombang kayak ombak banyu dan ular"an. ada keretakan vertikal serta horizontal di mana" saya khawatir nanti di duduki pengunjung tribunnya malah ambrok. Jangan main" Ini uang rakyak dan jumlahnya cukup pantastis 6 m.lebih," tulis akun bernama Arman Maulana menanggapi.
Keretakan itu nampak serius, ia unggah berikut videonya. Nampak panjang. Diduga, stop cor menjadi pemicu, sehingga sambungan tak menyatu.
"Pak bupati Di tribun sebelah barat selatan ada keretakan vertikal yg diduga disebabkan oleh adanya stop cor lebih dari 24 jam sehingga sambungan cornya TDK menyatu / sempurna dan mencadi cacat konstruksi. Mohon itu di uji karena berbahaya serta bangunan tersebut sbgai penyangga beban,'' lanjut Arman.
Menyikapi keterlambatan yang diutarakan, Bupati mengakuinya. Tulis dia menjelaskan, pihaknya telah memberikan berikan perpanjangan waktu hingga akhir Desember, sebelum proses verifikasi akhir tahun anggaran.
"Ada beberapa kekurangan segera di selesaikan. Secara umum pekerjaan baik, beberapa kali saya datang langsung monitor bersama konsultan dan PPK," terang Bupati, yang kerap disapa Cak Thoriq.
Menanggapi soal keretakan, Bupati menyebut jika kekuatan pondasi sudah benar dan akan segera diperbaiki dalam masa perpanjangan. Tegasnya secara umum perbaikan stadion sudah baik, pihaknya bersama PPK dan Konsultan terus melakukan evaluasi.
Pekerjaan rehab stadion semeru Lumajang itu dikerjakan dengan sumber dana APBD tahun 2021 sebesar Rp. 6.229.479.000,00. Dikerjakan selama 130 hari kerja mulai awal kontrak 5 Agustus lalu, hingga seharusnya usai pada akhir 13 Desember 2021, dengan kontraktor pelaksana CV Tirta Utama.
Penulis : Hermanto
Editor : Udiens
Publisher : Dafa