Terima Kucuran DBHCHT Rp 4.1 M, RSUD dr. Moh Anwar Sumenep Fokus Lengkapi Sarana Prasarana Kesehatan. Termasuk Pengadaan Mobil Ambulans

Foto: Salah satu mobil ambulans yang dimiliki RSUD Moh Anwar Sumenep
1244
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun2021, yang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar Sumenep, dialokasikan untuk mendanai program pendukung peningkatan kesehatan.

Hal itu dilakukan sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang-Undangan mengenai cukai, yang prioritas penggunannya, pada Bidang Kesehatan demi mendukung program jaminan kesehatan nasional.

Terutama peningkatan kuantitas dan kualitas layanan kesehatan dan pemulihan perekonomian di daerah saat ini.

Alokasi DBHCHT tahun 2021 untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, salah satunya mengucur ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H Moh Anwar.

Dalam realisasinya, rumah sakit pelat merah tersebut mendapatkan suntikan dana dari hasil cukai dan tembakau sebesar Rp 4.1 miliar atau tepatnya Rp 4.120.000.000,-.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk melengkapi sarana prasarana pelayanan kesehatan.

Hal itu sebagai komitmen Pemerintah Daerah dalam mengoptimalkan dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat.

“Dana DBhCHT tahun 2021 yang dikelola RSUD Moh Anwar Rp 4,1 miliar, dana ini untuk sarana prasarana pelayanan, termasuk kegiatan penunjangnya,” kata Direktur RSUD dr. Moh Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. Kamis, (15/10/2021).

Rinciannya, dana tersebut digunakan untuk penyediaan supporting daya berupa pengadaan UPS (Uninterruptible Power Supply,red) sebesar Rp 2 miliar, mobil ambulans Rp 980 juta, dan penyediaan media operasi atau peralatan operasi (alat kedokteran bedah) Rp 640 juta.

“Termasuk juga kita anggarkan Rp 500 juta untuk pengadaan hepafilter,” sebutnya.

Ketersediaan UPS di rumah sakit, lanjut mantan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Sumenep ini, dinilai sangat penting karena dalam momen emergensi, semisal di ruang operasi maupun ruang yang membutuhkan daya listrik stabil, maka ketersediaan UPS tidak bisa dihindari.

“UPS ini sangat penting, misal pun terjadi gangguan (mati) daya, akan disupport dengan UPS, jadi akan tetep stabil, karena bisa bertahan sekitar 30 menit,” urainya.

Prihal penambahan mobil ambulans, dinilai tidak kalah pentingnya, karena sangat dibutuhkan manakala ada pasien yang butuh untuk rujukan.

“Saat ini kita ada 3 mobil ambulans, kemudian dari DBHCHT kita anggarkan 1 unit ambulans emergensi, di dalamnya terdapat peralatan lengkap emergensi untuk memastikan pasien yang dibawa terkontrol dengan baik,” terangnya.

Begitu juga mengenai pengadaan peralatan operasi, tentu untuk membantu kelancaran tindakan, termasuk ada meja tindakan kemo (kemoterapi,red).

",Selain itu pengadaan hepafilter, dan itu berfungsi untuk menyaring udara, penting di saat pandemi ini, udara di ruang perawatan disaring menggunakan alat itu,” imbuh dr. Erli.

Untuk rampungnya pengadaan sarana prasarana pelayanan kesehatan dari DBHCHT, dr Erli optimis sebelum tutup tahun 2021, semua peralatan tersebut sudah dapat dinikmati masyarakat ujung timur pulau garam.

“Sudah kita proses, kami berharap tidak sampai akhir tahun sudah bisa dimanfaatkan masyarakat Sumenep,” pungkasnya.

Penulis: Satrio / ADV

Editor: Udiens

Publisher: Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar