Selain Dinobatkan Menjadi Wisata Nasional, Pantai Lombang juga Pernah Didaulat Menjadi Induk Pariwisata di Sumenep

Foto: Distinasi wisata Pantai lombang sumenep
1676
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Hingga saat ini, keindahan pantai Lombang yang ada di Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tampaknya sudah tidak diragukan lagi oleh para wisatawan.

Bahkan sebelum adanya destinasi wisata lain, pantai Lombang sempat dijadikan sebagai induk pariwisata di kabupaten ujung timur pulau Madura ini.

Hal itu dikatakan oleh pemerhati wisata H Masdawi. Menurutnya, berdasarkan master plan pariwisata 1992, pantai yang dipenuhi cemara udang menjadi induk pariwisata di kabupaten berlambangkan kuda terbang ini.

Sebagai perencanaan yang tercantum dalam master plan itu, kata Masdawi telah terlaksan hingga tahun 1994. 

Pengembangan itu kandas setelah adanya penolakan dari sejumlah ulama' dengan cara melakukan istighasah akbar di lokasi wisata tersebut.

"Dulu Lombang jadi induk pariwisata, meskipun saat ini terkesan kurang terawat. Saya pernah punya salinan master palnnya. Tapi sekarang sudah hilang," katanya saat dikonfirmasi.

Mantan Ketua Kelompok Sadar Wisata, Pantai Lombang itu mengatakan untuk memajukan pantai Lombang, dirinya terus melakukan trobosan baru. 

Termasuk mengikuti pelatihan kepariwisataan hingga tingkat nasional.

"Itu saya biaya sendiri," jelasnya.

Berkat perjuangannya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sempat menulis surat yang intinya Pemerintah Daerah harus menseriusi pembangunan Pantai Lombang sebagai destinasi wisata.

Surat tersebut diberikan kepada dirinya untuk disampaikan kepada Pemerintah Daerah dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dr Prof Harun.

"Setelah kami sampaikan tidak ada tanggapan apapun dari pemerintah," jelasnya.

Bahakan kata pria yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Simenep itu, Pemerintah Provinsi menyatakan siap untuk menyuplai bantuan untuk pembanhunan pantai Lombang.

Nilainya sekitar Rp1 miliar. 

"Sudah ada anggarannya, tinggal bagaimana kesiapan pemerintah daerah. Namun, saat itu Pemerintah Daerah tidak ada respon apapun. Sehingga Lombang seperti saat ini. Terkesan kurang terawat," tegasnya.

Tidak hanya disitu, dirinya sempat mengadakan even berskala nasional yang disponsori Djarum Super.

Saat itu banyak kalangan wisatawan yang hadir u untuk menikmati keindahan alam di pantai Lombang. 

Bahkan, dulu Pantai Lombang sempat menajadi wisata nasional. 

"Ada dua heli dan mobil mewah berdatangan saat itu. Pokoknya acara itu sangat ramai," tegasnya. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep terus memperkuat proses legislasi daerah melalui rapat paripurna dengan agenda penyampaian...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep kembali menggelar rapat paripurna pada Rabu (15/04/2026) dengan agenda penyampaian pandangan umum...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian nota penjelasan Bupati terhadap tiga Rancangan...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep resmi menetapkan sebanyak 31 Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2026 dalam rapat paripurna...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep bergerak cepat dalam menyusun regulasi daerah dengan menetapkan...

Komentar