Foto: suasana pelaksanaan Rakerda PPKB 2019 di Bekasi
Foto: suasana pelaksanaan Rakerda PPKB 2019 di Bekasi
MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Selatan - Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) dalam rangka mengevaluasi penguatan integrasi program lintas sektor di kampung Keluarga Berencana ( KB ) guna mempercepat terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya (SDM) manusia, di Hotel Primebiz Cikarang Selatan, Selasa (5/3/2019).
Kegiatan tersebut membahas perihal angka kelahiran yang semakin meningkat sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan pengaruh terhadap Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP). Jumlah penduduk Tahun 2017 terdapat kurang lebih 3 juta jiwa dan pada tahun 2018 meningkat sebesar 1.03%. Hal ini diperkirakan akan menimbulkan berbagai macam masalah seperti pengangguran, KDRT dan lain-lain.
Carwinda, selaku Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bekasi, mengatakan bahwa pada tahun 2018 Kabupaten Bekasi telah membentuk 6 kampung KB dan diharapkan pada tahun 2020 dapat terbentuk 23 kampung KB di seluruh Kabupaten Bekasi.
"Saya harap dengan adanya kebijakan oprasional Program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ini dapat membangun dan berhasil memberikan kontribusi terhadap Kabupaten Bekasi, bermanfaat dan berdampak pada peningkatan kualitas penduduk Kabupaten Bekasi ",ucap Carwinda.
Salah satu upaya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam menahan laju pertumbuhan penduduk melalui program Keluaga Berencana yakni telah mengangkat sebanyak 187 Tenaga Penggerak Desa (TPD). Sehingga setiap Desa memiliki 1 orang TPD yang akan membantu program Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Dalam rapat kerja daerah ini, turut hadir, Kepala Dinas PPKB, Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat, Kepala DPPKB, Camat se-Kabupaten Bekasi, Kepala Puskesmas Kabupaten Bekasi dan Ketua Tim penggerak PKK serta Pengelola Program PPKB. (Bam/Diens).