Foto: Bupati Lumajang memberikan paparan
Foto: Bupati Lumajang memberikan paparan
MEMOonline.co.id. Lumajang- Ditengah tantangan efisiensi anggaran, kebutuhan pembangunan infrastruktur, dan karakter wilayah yang rawan bencana, perekonomian Kabupaten Lumajang tetap menunjukkan tren positif.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang mencatat ekonomi daerah tumbuh 5,35 persen pada 2025, meningkat dibandingkan pertumbuhan 4,52 persen pada 2024.
Capaian tersebut turut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat mengikuti Forum Diskusi Kunjungan Badan Anggaran DPR RI ke Jawa Timur di Ruang Binaloka Adhikara, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah mengatakan peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi indikator bahwa aktivitas masyarakat tetap bergerak di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
"Pertumbuhan ekonomi kami sebelum saya menjadi bupati berada di angka 4,5 persen. Setelah satu tahun, meningkat menjadi 5,3 persen," ujarnya.
Data BPS Kabupaten Lumajang menunjukkan, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp46,49 triliun, sementara PDRB per kapita meningkat menjadi sekitar Rp40,35 juta.
Perekonomian Lumajang masih ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang berkontribusi 31,98 persen terhadap struktur ekonomi daerah.
Menurut Bunda Indah, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga sektor-sektor produktif tetap tumbuh.
Penguatan pertanian, pengembangan pariwisata, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kualitas pelayanan publik terus dilakukan untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur, terutama di kawasan yang terdampak aktivitas Gunung Semeru.
Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Bunda Indah menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat.
"Di tengah berbagai tantangan, kami terus berupaya menjaga agar pembangunan tetap berjalan, pelayanan kepada masyarakat tetap optimal, dan sektor-sektor produktif terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, petani, pelaku UMKM, dan masyarakat akan menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan fondasi sektor pertanian yang kuat serta dukungan pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal, Lumajang diharapkan mampu terus meningkatkan daya saing sekaligus memperluas peluang kesejahteraan bagi masyarakat.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak