500 Penari Muda Tampil Kolosal, Jamin Masa Depan Pelestarian Budaya Lumajang ‎

Foto: Tempilang tari topeng Kaliwungu
19
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pelestarian budaya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya festival yang digelar, melainkan juga oleh lahirnya generasi muda yang mengenal, mencintai, dan mampu mewariskan seni tradisi ke generasi berikutnya.

‎ ‎Semangat itulah yang ditunjukkan melalui keterlibatan 500 penari muda dalam puncak acara Segoro Topeng Kaliwungu dan Jaran Kencak 2026 di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (28/6/2026).

‎ ‎Kelima ratus penari tersebut merupakan hasil seleksi dari sekitar 1.100 peserta, yang berasal dari 114 sekolah dan 29 sanggar tari yang tersebar di seluruh wilayah Lumajang.

Setelah melalui proses kurasi dan pembinaan intensif, mereka tampil memukau dalam pertunjukan kolosal yang mengangkat kekayaan dan kearifan budaya daerah.

‎ ‎Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyatakan keikutsertaan ratusan pelajar dan generasi muda ini menjadi investasi jangka panjang bagi keberlangsungan seni budaya daerah.

‎ ‎“Pelestarian budaya tidak cukup hanya lewat festival atau pertunjukan semata. Yang terpenting adalah menanamkan rasa memiliki kepada generasi muda. Ketika mereka sudah memahami makna dan nilai di balik budayanya sendiri, di situlah warisan leluhur akan terus hidup abadi,” ujar Bunda Indah.

‎ ‎Ia menambahkan, proses latihan yang dijalani para peserta bukan sekadar persiapan pentas, melainkan juga sarana pembentukan karakter. Di dalamnya terkandung nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, hingga rasa bangga terhadap identitas daerah.

‎ ‎Keterlibatan aktif sekolah, sanggar tari, seniman, guru, dan orang tua juga membuktikan bahwa menjaga budaya adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi ini menjadi modal kuat untuk memastikan regenerasi pelaku seni terus berjalan baik di Lumajang.

‎ ‎Selain menghasilkan pertunjukan berkualitas, pembinaan ini sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mendalami sejarah, filosofi, dan makna luhur dalam setiap kesenian lokal.

Pemerintah daerah berharap, melalui upaya berkelanjutan ini, semakin banyak anak muda tumbuh menjadi pelestari budaya sekaligus duta yang memperkenalkan kekayaan seni tradisi Lumajang ke kancah yang lebih luas.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Kembali masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi pengakuan bahwa Segoro Topeng Kaliwungu...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan kawasan Pantai Watu Pecak tetap bersih dan nyaman selama pelaksanaan Kharisma...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Sebanyak 761 anak yatim dibawah usia 11 tahun memadati Masjid Raudlatul Jannah Kota Probolinggo, Kamis (25/6/2026)...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Sebagai wujud komitmen dalam melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PG Djatiroto bersama Kebun...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Sebuah badan usaha bernama CV Serayu Agro Mandiri yang beralamat di Jalan Raya Randuagung, Dusun Curahtekor, Desa...

Komentar