Foto : Suasana saat diskusi publik berlangsung
Foto : Suasana saat diskusi publik berlangsung
MEMOonline.co.id. Lumajang- Nor Holik Ketua DPC Grib Jaya Kabupaten Lumajang mengusulkan konsep 'Jogo Lumajang' saat menghadiri acara diskusi publik di gedung STIH (Sekolah Tinggi Ilmu Hukum, Minggu kemarin.
Acara tersebut melibatkan lintas sektor termasuk diantaranya perwakilan Polres Lumajang, akademisi, BEM, pemuda Ansor, dan tokoh masyarakat.
Sebagai pucuk pimpinan ormas jaringan Jakarta Pusat, Nor Holik warga Candipuro Lumajang merasa peduli pada sisi keamanan di Kabupaten Lumajang pada umumnya.
Konsep 'Jogo Lumajang' saat itu dia dengungkan, dengan makna menjaga keamanan Lumajang yang tumbuh pada diri masing-masing warga lumajang itu sendiri.
"Ini sifatnya serentak. Jadi sebagai warga Kabupaten Lumajang harus punya rasa kepemilikan pada tempat tinggalnya, itu pondasi yang terpenting. Kalau itu dimiliki oleh setiap warga, maka pondasi dasar sudah terbentuk," kata Nor Holik, usai acara pada Memoonline.
Menurutnya selama ini publik cenderung mengkritisi, belum ada pada opsi atau tindakan yang berujung pada sebuah solusi.
"Yang perlu dipahami disini, keamanan ada tanggung jawab bersama, bukan semata-mata menjadi tanggung jawab salah satu pihak," imbuhnya.
Lebih jauh dijelaskan, jika perlu dibentuk semacam jajaran 'Jogo Lumajang' yang terdiri dari gabungan antara masyarakat, petugas keamanan, dan semua unsur untuk berkegiatan secara rutin bergantian, menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing.
"Jogo Lumajang ini menjadi wadah. Sebagai warga asli warga Lumajang, tentu mau menjadi lingkungan. Kita selama ini belum melakukan apa-apa selain mengkritisi dan bersautan di sosial media, seolah Lumajang tempat kelahirannya sangat seram. Opsi baik untuk situasi itu belum ada, dan sekarang ini harus dimulai, saatnya berbicara solusi, jangan hanya mengkritisi," papar Nor Holik.
Sedikit membuka ruang pemikiran, pria asli Sumberwuluh Kecamatan Candipuro itu menggambarkan situasi Lumajang, ada kabel konslet sehingga lampunya berulangkali mati. Dan penyikapan yang diambil, berulangkali mengganti lampu yang mati, belum pada langkah memperbaiki kabel yang konslet.
"Harapannya ini menjadi sebuah gagasan yang bisa dipahami bersama dan menjadi embrio yang menular dan menguatkan, jika Kabupaten Lumajang ini adalah tempat tinggal kita, tentu merupakan tempat yang kita jaga kaadanannya, keamanan dan nama baiknya bersama-sama dan kompak serta silaturahmi yang baik," pungkasnya.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak