Foto: Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto
Foto: Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto
MEMOonline.co.id. Kota Batu- Badai dugaan jual beli kios dan los di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, dalam tahap penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu, mencuat kabar keterlibatan oknum anggota DPRD yang sebelumnya bukan pedagang, kini disebut-sebut memiliki kios di pasar dimaksud.
Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto, menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
"Kami mendukung agar segera ada kejelasan terkait persoalan ini, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan atau spekulasi di masyarakat," tegas Ludi, pada Rabu (8/4/2026).
Ludi menegaskan bahwa tidak ada kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki kios di Pasar Among Tani.
"Insyaallah dari PKS tidak ada yang memiliki kios di pasar tersebut. Silakan dicek," ungkapnya.
Kejari Kota Batu terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan jual beli kios dan los Pasar Induk Among Tani. Sejumlah saksi telah dipanggil untuk dimintai keterangan guna mengungkap fakta di balik kasus tersebut.
Pada Senin (6/4/2026), lima Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu telah memenuhi panggilan penyidik. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya pengumpulan data dan informasi awal.
Selanjutnya, pada Selasa (7/4/2026) hingga Rabu (8/4/2026), sebanyak 12 pedagang dijadwalkan hadir memenuhi panggilan Kejari Kota Batu.
Para pedagang tersebut akan diperiksa dalam dua sesi untuk memberikan keterangan terkait dugaan praktik jual beli kios.
Penulis : Risma
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak