Foto : Kondisi Jembatan Sumbersecang, Kecamatan Gading, Kabupaten Pribolinggo
Foto : Kondisi Jembatan Sumbersecang, Kecamatan Gading, Kabupaten Pribolinggo
MEMOonline.co.id. Probolinggo- Warga Desa Sumbersecang, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, kembali diliputi kekhawatiran menyusul cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah Kecamatan Gading dan sejumlah daerah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Intensitas hujan tinggi menyebabkan debit sungai meningkat dan arus menjadi sangat deras.
Kondisi tersebut diduga menggerus bronjong yang sebelumnya terpasang di sekitar pondasi sisi timur Jembatan Bailey sepanjang kurang lebih 30 meter tersebut.
Warga melaporkan adanya longsoran tanah di bawah pondasi sisi timur yang baru saja diperbaiki, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan terulangnya peristiwa hanyutnya jembatan sebelumnya akibat banjir. Kamis (19/2/2026).
Jembatan Bailey ini diketahui baru dipasang pada akhir tahun 2025 sebagai pengganti jembatan lama yang rusak diterjang banjir. Infrastruktur tersebut merupakan satu-satunya akses keluar-masuk warga Desa Sumbersecang menuju wilayah lain di Kecamatan Gading dan Kabupaten Probolinggo.
Kepala Desa Sumbersecang, Sukron Wahyudin, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan kembali dalam situasi kritis.
“Jembatan Sumbersecang–Satriyan kritis lagi. Kemungkinan karena banjir yang terus-menerus menggerus bagian bawah jembatan sehingga tanahnya ikut longsor. Saya khawatir jika kondisi ini berlanjut, jembatan baru yang kokoh ini bisa ikut terdampak,” ujarnya.
Ia berharap adanya penambahan penguat di bawah pondasi jembatan Bailey untuk mencegah jembatan ambruk akibat longsor semakin meluas dan menghindari kerusakan pada jembatan yang nilai pembangunannya mencapai hampir Rp2 miliar lebih.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief, membenarkan adanya penggerusan di sisi timur pondasi jembatan.
Menurutnya, sisi timur sebelumnya telah dipasangi bronjong. Namun, kuatnya arus sungai menyebabkan bronjong tersebut hanyut terbawa arus, sehingga sebagian pondasi mengalami pengelupasan.
“Untuk pondasi yang diperbaiki kemarin adalah sisi barat. Sementara sisi timur masih pondasi lama dan saat itu dinilai masih cukup kuat sehingga tidak dilakukan perbaikan. Namun dengan kondisi kuatnya arus banjir yang terus terjadi, akhirnya ikut tergerus,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa jembatan tersebut saat ini masih tercatat sebagai aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait langkah penanganan lanjutan, namun jika belum ada respon dari provinsi pihaknya akan berkoordinasii dengan Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo.
Menurut Oemar, perbaikan permanen dalam kondisi cuaca ekstrem saat ini dinilai tidak memungkinkan.
Sebagai langkah antisipasi sementara, pihaknya mempertimbangkan pemasangan H-beam yang ditancapkan sedalam dua hingga tiga meter ke dalam tanah untuk memperkuat struktur dan mencegah longsor berlanjut.
“Kalau dipasang bronjong tambahan dengan kondisi sungai yang sempit dan dalam, itu justru akan memakan badan sungai dan berisiko mempersempit aliran air. Itu sangat tidak memungkinkan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya penanganan cepat dan solusi teknis yang tepat guna menjaga keamanan Jembatan Bailey sebagai akses vital Desa Sumbersecang, agar tidak kembali terputus akibat banjir yang masih berpotensi terjadi.
Penulis : Agus
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak