Foto: Audensi Walikota Probolinggo Bersama Dirjen Perkeretaapian Mengenai Commuter Line Surabaya-Probolinggo
Foto: Audensi Walikota Probolinggo Bersama Dirjen Perkeretaapian Mengenai Commuter Line Surabaya-Probolinggo
MEMOonline.co.id. Probolinggo- Pasca disetujuinya usulan rencana perpanjangan pelayanan kereta api Commuter Line Supas (Surabaya – Pasuruan) sampai ke Stasiun Probolinggo oleh Kementerian Perhubungan, Wali Kota Probolinggo Aminuddin pun audiensi bersama Dirjen Perkeretaapian di kantor Kemenhub Jakarta, Kamis (8/1/2026). Ditargetkan, Commuter Line bakal di-launching sebelum lebaran tahun 2026.
Audiensi ini menjadi komitmen kuat Pemkot Probolinggo merealisasikan harapan masyarakat. Hadir dalam audiensi Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, Sekretaris Dirjen Perkeretaapian Amin Hudaya, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar, Plt Direktur NAGA169 Prasarana Perkeretaapian DJKA Catur Wicaksono, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Jumardi, Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, Plt Kepala Dishub Pudi Adji Tjahjo Wahono dan jajaran.
“Usulan dari naga169 slot ini tentunya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan commuter antarwilayah dari Kota Probolinggo menuju Surabaya. Kehadiran layanan ini maka mobilitas masyarakat semakin mudah, cepat dan aman. Pertumbuhan ekonomi meningkat melalui akses transportasi yang lebih efektif. Konektivitas wilayah semakin terintegrasi mendukung sektor wisata,” jelas wali kota.
Menanggapi apa yang disampaikan Wali Kota Aminuddin, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono memberikan dukungan terkait usulan yang diajukan oleh Pemkot Probolinggo.
Disamping itu, secara detail dokumen yang diperlukan akan disampaikan dan Dirjen Perkeretaapian akan secara serius menelaah potensi di Stasiun Probolinggo dengan rencana perpanjangan commuter line ini.
“Kami akan melihat kesiapan apk naga169 kereta commuter Indonesia dalam persiapan sarananya. Di sisi lain, kami memastikan commuter line yang sudah ada, standar pelayanan tetap terjaga. Apabila ada perpanjangan dan ada sarana yang perlu ditambahkan, akan kita evaluasi bersama,” terang Allan Tandiono.
Sementara itu, secara teknis, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar menjelaskan perpanjangan relasi Supas dari Pasuruan ke Stasiun Probolinggo berjarak 38,6 KM.
Permohonan perpanjangan rute ini didasari beberapa potensi seperti yang disampaikan oleh wali kota, seperti tingginya okupansi penumpang ke Stasiun Probolinggo yang bekerja dan sekadar rekreasi.
“Demand cukup bagus. Di Probolinggo volume turun naik dari kereta-kereta yang melayani, jumlahnya cukup besar. Januari hingga November 2025 ada 15.722 penumpang turun naik di Probolinggo,” kata Arif.
“Selain studi dan analisis, perlu melihat SPM (Standar Pelayanan Minimal)-nya. Penyesuaian izin operasi baru juga harus disesuaikan, penyesuaian PSO (Public Service Obligation) sehingga anggaran perlu disesuaikan juga,” imbuh Arif.
Hasil dari audiensi yang berjalan cepat tapi produktif ini telah membuahkan hasil konkret. Dirjen Allan Tandiono mengatakan realisasi sebelum lebaran tahun ini.
Tanya Allan usai Arif Anwar menyampaikan paparan. Dengan sigap dijawab bisa, karena sudah ada studi awal.
“Ada target, kita realisasikan sebelum lebaran. Mohon bantuan Pak Wali dan tim, setelah rapat bisa koordinasi dengan KCI dan PT KAI untuk persiapan prasarananya. Karena dengan perpanjangan ini, Stasiun Probolinggo lebih ramai. Tempat duduk, toilet dapat menambah pelayanan,” ujar Dirjen Allan.
Probolinggo bukan hanya tempat masyarakat berangkat bekerja saja, lanjut Allan, tapi tujuan lain ada tempat wisata di sekitar Kota Probolinggo.
“Yang menuju Probolinggo ramai karena mereka bisa berbelanja, pelayanan transportasi baru sehingga mobilitas lebih cepat. Sebelum lebaran direalisasikan bisa bantu arus mudik dan liburan,” imbuhnya.
Penulis : Agus
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak