Gaduh Selisih Jumlah Peserta Didik di SMA Al-Maisaroh, Ka.Cabdin Angkat Bicara

Foto: Sugeng Trianto S.sos, M.M Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Jember - Lumajang.
795
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Perihal selisih jumlah peserta didik di SMA Al-Maisaroh Desa Salak Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang, jumlah realita dengan data yang ada di Dapodik, akhirnya Sugeng Trianto S.sos, M.M Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Jember - Lumajang, angkat bicara.

Didampingi Cahyo, Kasi SMA/SLB, Sugeng memaparkan klarifikasi diruang kerjanya, Jum'at (19/9/2025) sore.

Membuka klarifikasi pada media, Sugeng mengungkapkan, jika dirinya tidak sedang membela diri. Menurutnya, ia tengah mengurai sesuatu yang benar.

Diketahui sebelumnya, jumlah peserta didik di SMA Al-Maisaroh berjumlah 102 diakui kepala sekolah setempat. Akan tetapi di data Dapodik, berjumlah 206, sehingga memantik reaksi sejumlah pihak dan memicu sejumlah dugaan.

Jumlah itu diakui oleh Kacabdin. Akan tetapi ia merunut keterangan, pada pertengahan bulan Agustus 2025 kemarin ada sebuah yayasan (SMA An Nur El Ali) di Kecamatan Tempeh Lumajang, menghubungi SMA Al-Maisaroh membahas tentang rencana mutasi siswa.

"Pada tanggal 19 Agustus 2025, pihak yayasan dari Kecamatan Tempeh (An Nur El Ali) bersilaturahmi ke SMA Al-Maisaroh. Lalu pada tanggal 24 Agustus 2025, yayasan An Nur El Ali mengeluarkan sebanyak 104 siswa dari Dapodik. Kemudian pada tanggal 25 Agustus 2025, SMA Al-Maisaroh menerima Dapodik mutasi dari Yayasan An Nur El Ali. Sehingga jumlah siswa yang ada di SMA Al-Maisaroh menjadi total 206 siswa," ungkap Sugeng.

Pasca ramai pemberitaan, pihak SMA Al-Maisaroh tak ingin ditengarai dan diduga melakukan make-up, pada tanggal 11 September 2025, dari 104 siswa mutasi itu dikeluarkan dari data Dapodik SMA Al-Maisaroh, dan kini kembali ke jumlah asal sesuai realita yakni 102.

Sugeng menegaskan, dari jumlah mendasari mutasi sebanyak 104 siswa itu sehingga menjadi 206 siswa, belum mencairkan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah).

Mengenai apa yang mendasari mutasi sebanyak 104 siswa SMA An Nur El Ali ke SMA Al-Maisaroh itu, Sugeng mengatakan bukan dominan internal kedua belah pihak dan perpindahan itu menurutnya boleh tanpa sepengetahuan Cabang Dinas.

"Kedua belah pihak baik dari SMA An Nur El Ali dan SMA Al-Maisaroh tadi sudah kami panggil dan kami minta keterangan," pungkasnya.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Wisata air legendaris Kabupaten Lumajang belakangan disorot pasca muncul wahana air berupa sewa ban pelampung, perahu...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Kebakaran hebat melanda Gudang Kayu “Berkah Al Banjari” dan sebuah toko bangunan di Dusun Bakong, Desa Batukerbuy,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep mulai memperketat regulasi pendirian toko modern guna melindungi keberlangsungan pasar tradisional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Sumenep menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep Masa Khidmat...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kekosongan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat perhatian serius dari...

Komentar