Foto: Hary Tjahjono Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Saat Menerima Penghargaan
Foto: Hary Tjahjono Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Saat Menerima Penghargaan
MEMOonline.co.id. Probolinggo- Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menerima sertifikat penghargaan atas partisipasi, dedikasi dan kontribusinya sebagai narasumber dalam sesi Rembuk Daerah pada rangkaian Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 bertema “Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada” yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu hingga Kamis (1-2/7/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono dari Dewan Pakar Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), Anindito Aditomo.
Pada forum nasional tersebut, Kabupaten Probolinggo memaparkan inovasi SIGMA PRO (Transformasi Sekolah Dasar Terpencil dari Kelas Rangkap/Multigrade menjadi Pusat Multi-Layanan Terpadu).
Program ini dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan di wilayah terpencil, khususnya kawasan lereng Bromo dan Argopuro melalui integrasi layanan pendidikan, penanganan stunting dan penguatan pola asuh anak secara lintas sektor.
Mengusung semangat “Keterbatasan Ruang, Tanpa Batas Prestasi”, SIGMA PRO menjadi bukti bahwa hambatan geografis tidak menghalangi peningkatan kualitas pendidikan dasar.
Apresiasi nasional tersebut juga menjadi pengakuan atas komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik di bidang pendidikan melalui dukungan penuh Bupati Probolinggo dan Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan peserta Konferensi Pendidikan Indonesia terhadap inovasi yang dikembangkan Kabupaten Probolinggo.
Pengakuan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus menyempurnakan program agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan.
“Alhamdulillah, Kabupaten Probolinggo sudah mendapat pengakuan dari rekan-rekan sesama peserta Konferensi Pendidikan Indonesia. Harapan kami, inovasi yang telah kami bangun ini dapat difasilitasi menjadi pilot project untuk program nasional sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat Kabupaten Probolinggo, tetapi juga bisa menjadi referensi bagi daerah lain,” ujarnya.
Hary menjelaskan, praktik baik yang dipaparkan Kabupaten Probolinggo memperoleh respons positif dari berbagai peserta konferensi.
“Muncul usulan agar SIGMA PRO dijadikan proyek percontohan dalam pengembangan kebijakan pendidikan di tingkat nasional,” lanjutnya.
Ia berharap proses tindak lanjut dari apresiasi tersebut dapat segera diwujudkan melalui dukungan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan sehingga inovasi pendidikan terpadu tersebut dapat diterapkan secara lebih luas.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat program ini bisa segera dilaksanakan dengan baik. Kami optimistis, melalui kolaborasi dan komitmen bersama, inovasi pendidikan ini akan mampu memperkuat kualitas layanan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Agus
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak