Foto: Tim
Foto: Tim
MEMOonline.co.id. Lumajang- Penanganan serangan monyet di lahan pertanian tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja.
Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat sinergi lintas sektor dengan melibatkan perangkat daerah, pengelola kawasan hutan, taman nasional, hingga penyuluh pertanian agar penanganan berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang mempertemukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Lumajang, POPT Provinsi Jawa Timur, para camat, serta penyuluh pertanian.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lumajang, Hari Susiati, mengatakan penanganan serangan monyet memerlukan pembagian peran yang jelas agar setiap langkah yang dilakukan saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Dalam koordinasi tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bertanggung jawab memperkuat pendampingan kepada petani dan penyuluh pertanian.
Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan langkah konservasi habitat melalui pengajuan bantuan bibit tanaman pakan satwa.
Sementara itu, TNBTS, Perhutani, dan Cabang Dinas Kehutanan memberikan dukungan teknis sesuai kewenangan pengelolaan kawasan.
Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Purwantono, menegaskan bahwa penanganan konflik satwa dengan manusia memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar solusi yang diterapkan tidak hanya efektif bagi petani, tetapi juga tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem.
"Perlu kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak untuk penanganan jangka panjang, yaitu dengan menanam tanaman yang disukai monyet tetapi tidak memiliki nilai ekonomis bagi manusia di habitat asalnya," ujarnya.
Dalam forum tersebut juga dijelaskan bahwa penanganan satwa liar harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi penting agar setiap langkah yang diambil tetap berada dalam koridor regulasi sekaligus mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak.
Melalui penguatan sinergi antarinstansi, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap penanganan serangan monyet tidak hanya bersifat reaktif ketika gangguan terjadi, tetapi berkembang menjadi sistem penanganan terpadu yang menggabungkan pengendalian di lapangan, pendampingan petani, konservasi habitat, dan koordinasi kelembagaan.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu melindungi hasil pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak