Foto: Tim
Foto: Tim
MEMOonline.co.id. Lumajang- Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 bukan hanya tentang menyiapkan sekolah yang berkualitas atau membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Fondasi utamanya justru dibangun dari keluarga yang sehat, tangguh, dan mampu memberikan lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang anak.
Berangkat dari pemahaman itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Tim Penggerak (TP) PKK memfokuskan penguatan tiga isu strategis yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan pangan keluarga, dan pencegahan pernikahan usia dini.
Komitmen tersebut menjadi arah utama program TP PKK Kabupaten Lumajang dalam Rapat Kerja yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (30/6/2026).
Berbagai program yang disusun diarahkan agar tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, melainkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kualitas hidup keluarga di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengatakan pembangunan manusia harus dimulai dari rumah. Karena itu, setiap program PKK dirancang untuk menjawab persoalan yang masih dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.
"Rapat kerja ini menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus menyusun program yang semakin baik dan tepat sasaran. Harapan kami, seluruh program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat," ujarnya.
Menurut Dewi Natalia, stunting, ketahanan pangan keluarga, dan pernikahan usia dini bukanlah persoalan yang berdiri sendiri. Ketiganya saling berkaitan dalam menentukan kualitas generasi mendatang.
Anak yang tumbuh sehat membutuhkan kecukupan gizi dan pola asuh yang baik. Ketahanan pangan keluarga menjadi penopang terpenuhinya kebutuhan tersebut.
Sementara itu, pencegahan pernikahan usia dini merupakan bagian penting untuk memastikan anak-anak dan remaja memperoleh kesempatan tumbuh, belajar, dan mempersiapkan masa depan secara optimal. Karena itu, TP PKK akan memperkuat edukasi kepada keluarga mengenai pemenuhan gizi seimbang, pola pengasuhan yang berkualitas, pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, hingga peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendewasaan usia perkawinan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara TP PKK, perangkat daerah, pemerintah desa, hingga masyarakat.
"Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat. Kuncinya adalah kolaborasi. Dengan bekerja bersama, program-program pemberdayaan masyarakat tetap dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang nyata," tegasnya.
Menurut Agus, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting agar berbagai program pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri.
Integrasi antara perangkat daerah dengan jaringan kader PKK akan memperluas jangkauan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat sehingga berbagai kebijakan dapat diterapkan secara lebih efektif.
Bagi Kabupaten Lumajang, investasi terbaik bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia.
Keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan gizi anak, menjaga ketahanan pangan rumah tangga, serta melindungi remaja dari pernikahan usia dini akan melahirkan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.
Melalui penguatan tiga pilar tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap setiap keluarga menjadi bagian dari gerakan bersama membangun sumber daya manusia yang unggul. Sebab, Generasi Emas Indonesia 2045 tidak lahir secara tiba-tiba.
Ia tumbuh dari keluarga-keluarga yang hari ini mendapat pengetahuan, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang menjadi lebih kuat, lebih sehat, dan lebih sejahtera.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak