Foto: Screenshot video diterima memoonline.co.id
Foto: Screenshot video diterima memoonline.co.id
MEMOonline.co.id, Lumajang- Jerit warga Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang, menyeruak warnai momen HUT Kemerdekaan RI ke-80.
Alih fungsi perkebunan PT. Kalijeruk Baru yang dianggap menggerus hak warga, makin tak terbendung. Perluasan kebun tebu, membabat habis tanaman yang semula ditanami warga, makin menggila.
Seperti rekaman video diterima media ini, nampak alat berat tanah beraktivitas. Membajak tanah, memperluas kawasan tanam di tanah datar, diduga akan ditanami tebu.
Video itu menjadi viral, sarat mewakili keluh warga setempat. "Mepet, ini dulu tebu. Ini patokannya ada di dalam tebunya ini. Pokoknya pinggir - pinggir, sampek pinggir ya," seru pria dalam video, seolah memerintahkan driver alat pembajak, memaksimalkan pembajakan sampek pinggiran.
Dalam video nampak, tanaman singkong, tetapi dipastikan habis. "Pengawalan! Singkongnya sampai ke tengah, ini. Singkong sampai ke tengah ini. Pengawalan," lanjut pria itu, sambil mengarahkan mata kamera ke lahan yang sudah dibajak menggunakan alat berat.
Ada beberapa orang dalam aktivitas yang terdokumentasi. Sumber pada media ini menyebut, aktivitas itu ada kaitannya dengan pihak yang disebut menyewa lahan.
"Ini yang bicara keamanan penyewa pak. Yang ngawal menyerobotan," tulis sumber melalui pesan WhatsApp.
Sumber juga memaparkan, peristiwa itu terjadi pada Juli kemarin. Pasca diterbitkannya rekomendasi pemberhentian sementara, sambil menunggu hasil evaluasi ahli, merunut sejumlah dugaan pelanggaran yang ditemukan.
Sebelumnya, Koordinator Substansi Bagian Pengendalian Kanwil ATR/BPN Provinsi Jawa Timur, Ndaru Purnomo mengatakan, pihaknya akan datang ke lokasi perkebunan, untuk melakukan pengecekan secara langsung.
Terpisah, Dirut Perkebunan PT. Kalijeruk Baru, Mayo Walla dikonfirmasi media ini perihal tersebut, hingga berita ini ditayangkan masih saja tak merespon.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak