Foto: Tosan berpeci warna hitam
Foto: Tosan berpeci warna hitam
MEMOonline.co.id, Lumajang- Tosan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan (FKMPL), bersama beberapa anggotanya datang ke Polda Jatim, Kamis kemarin.
Kedatangan Tosan merupakan lanjutan dari aksi kirim keranda ke Polres Lumajang diwaktu sebelumnya. Datang ke Polda Jatim, lantaran di Lumajang, ia merasa tak direspon.
Tosan bersama anggotanya ditemui Kanit I Subdit III Tippikor Ditreskrimsus Polda Jatim Kompol I Putu Angga Feriyana SH SIUK MH. Secara gamblang Tosan menunjukkan situasi pertambangan diduga ilegal (menggunakan mesin sedot) di Pandanwangi Tempeh dan di Pasirian.
"Kalau masih disini (Polda Jatim) tidak ada penanganan, saya pantang mundur. Saya tidak putus asa, tak gitukan. Saya langsung ke Mabes Polri," ucap Tosan pada memoonline, Minggu (15/2/2024).
Kata Tosan, dokumentasi visual dalam flashdisk yang diputar di ruang Dirreskrimsus Polda Jatim, membuat kaget. Termasuk ungkap Tosan, video seorang pria yang menyatakan, Polres mendukung, Polsek mendukung, Dewan mendukung, bakal ditindaklanjuti.
"Itu ditayangkan. Sebagai masyarakat saya sudah berusaha semaksimal mungkin, dalam hal ini menjaga lingkungan," imbuhnya.
Menurut Tosan, aktivitas pertambangan menggunakan mesin sedot cenderung merusak lingkungan, membahayakan namun terkesan diabaikan.
Apresiasi dilontarkan, respon baik Polda Jatim yang menerima dengan baik. Tosan menunggu janji Polda Jatim yang bakal menindaklanjuti dalam beberapa hari kedepan.
"Saya berterimakasih diterima dengan baik di Polda Jatim dan pasca saya paparkan polisinya kaget. Mereka janji dua hari ke depan akan menindaklanjuti," tukasnya.
Ditanya adakah yang menghubungi dirinya dalam tahapan memperjuangkan lingkungan hingga ke Polda Jatim, Tosan menunjukkan tulisan pesan WhatsApp, yang dasarnya memberikan dukungan sembari mendo'akan keselamatan dirinya.
Penambangan pasir dengan mesin sedot dapat berdampak negatif pada lingkungan, seperti erosi, pencemaran air, dan kerusakan ekosistem. Dibalik aksinya, Tosan menampik, jika dirinya disebut dipromotori oleh pihak tertentu.
Tegas dia, sepanjang aktivitas tambang menguntungkan warga setempat, tegas akan didukung, dengan catatan dilaksanakan dengan tata laksana yang benar dan warga setempat memperoleh perlindungan hukum.
"Artinya ya lalukan dengan mekanisme yang benar. Jadi tidak satu sisi untung sementara dari sisi lain rugi, terlebih berdampak meningkatkan potensi bencana," pungkasnya.
Dilain sisi, Kompol I Putu Angga Feriyana dihubungi media ini mengiakan. Ia mengungkapkan pertemuan itu bersifat audensi.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak