Tidak Kebagian Tiket, Calon Penumpang Kapal Mudik Gratis Dari Pelabuhan Tanjung Wangi ke Madura Berulah

Foto: Suasana di pelabuhan tanjung wangi banyuwangi
1388
ad

MEMOonline.co.id, Banyuwangi – Pemberangkatan angkutan mudik gratis dari Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi ke beberapa kepulauan Madura diwarnai kericuhan.

Pasalnya, ratusan calon penumpang kapal memaksa masuk meski tidak memiliki tiket.

Suasana semakin panas, saat perantau asal kepulauan Madura ini, mengetahui kalau kapal yang melayani ke kepulauan Madura ternyata ada satu unit saja.

Pagar yang dikunci dan dijaga petugas didorong paksa agar mereka bisa masuk dan naik ke atas kapal Sabuk Nusantara 56 yang sudah sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi.

“Kenapa selalu menjadi masalah kalau berangkat mudik di sini. Pasti kisruh dulu untuk dapat tiket,” ujar Mahfud, salah satu penumpang yang mengaku kesulitan mendapatkan tiket gratis, Minggu (3/6/2018).

“Mending kita bayar saja. Kalau biasanya bayar selalu lancar. Gratis mesti kisruh gini. Saya kecewa dengan mudik gratis dari provinsi ini,” tambahnya.

Setelah terjadi negosiasi dengan petugas KSOP Tanjung Wangi, akhirnya calon penumpang yang sudah memegang tiket disilahkan masuk ke area pelabuhan.

Namun persoalan kembali terjadi saat beberapa calon penumpang ternyata tidak membawa kartu identitas diri. Bahkan ada satu keluarga yang tidak memiliki tiket, memaksa masuk dan hendak masuk ke kapal.

Petugas pun terpaksa menghentikan dan meminta mereka untuk keluar dari area pelabuhan. “Mohon untuk kapasitas hanya 363 penumpang. Yang tidak bertiket mohon meninggalkan lokasi,” ujar petugas.

Kepala KSOP Tanjung Wangi, Agus Winartono membenarkan jika kapal Sabuk Nusantara 56 kapasitas angkut penumpangnya sangat terbatas. Kericuhan yang terjadi saat calon penumpang yang memaksa masuk, adalah bentuk kekhawatiran karena ada kabar kalau kapal yang akan melayani mudik ke kepulauan Madura hanya ada satu unit.

“Saat ini memang satu. Selanjutnya ada beberapa kapal lagi yang akan melayani mereka. Mengenai tiket yang sulit di dapat, karena memang yang datang langsung kita beri tiket. Sementara yang terlambat ya harus menunggu antrean selanjutnya,” ujarnya.

Hingga saat ini, masih ada ratusan calon penumpang yang masih bertahan di pelabuhan Tanjungwangi, untuk menunggu kapal yang akan mengangkut mereka pada tanggal 8 Juni 2018 nanti. (Anis/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar