Malu Tak Mampu Bayar Hutang, Seorang Pria di Sumenep Nekat Robek Perutnya Sendiri Dengan Pisau

Foto: Korban saat menjalani perawatan di rumah sakit
2049
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Warga Perumnas Giling, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, digemparkan ulah Rahmad Setiyono (41), warga asal Jalan Trunojoyo Gg. Tambak Saji III, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep, Kamis (10/5/2018) sekira pukul 17.00 wib.

Pasalnya, pria yang sedang terbelit hutang miliaran rupiah ini, nekat melakukan percobaan bunuh diri, dengan cara menusukkan pisau panjang ke perutnya sendiri, 

Berdasarkan keterangan dari Kepolisian Polres Sumenep, peristiwa naas tersebut terjadi di rumah Heri Sugeng Purnomo  (Perumnas Giling red) yang tak lain sahabat korban.

Sebelum peristiwa itu terjadi, Heri Sugeng Purnomo bertamu ke rumah Rahmad Setiyono, di Jalan Trunojoyo Gg. Tambak Saji III, Desa Gedungan. Lalu, keduanya keluar dengan naik motor berboncengan, menuju rumah Heri Sugeng Purnomo, di Perumnas Giling.

"Alasan korban, ingin menenangkan diri," kata Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Abd Mukid, Jum’at (11/5/2018).

Namun sebelum menuju ke rumah Heri, kata Mukid korban meminta untuk diantarkan ke pasar ayam, yang terletak di belakang Masjid Jamik, untuk membeli sebilah pisau.

Setelah itu keduanya menuju ke rumah Heri Sugeng. Namun sesampainya di rumah Heri Sugeng Purnomo, korban ditinggal sendirian, karena pemilik rumah ingin menjemput istrinya yang baru pulang dari Pamekasan, ke terminal Bus.

Namun sebelum pemilik rumah sampai ke terminal, Heri Sugeng menelpon Liza (istri korban), dan memberitahukan jika suaminya berada di rumahnya. 

Namun alangkah kagetnya Heri Sugeng, saat diberi tahu Liza, jika korban telah  melakukan percobaan bunuh diri.

"Korban melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menusuk perutnya dengan sebilah pisau, kurang lebih sebanyak 7 kali," jelasnya.

Saat itu kata Mukid, korban sedang duduk di kurai tamu menghadap utara. "Saat itu korban terjatuh dengan kepala berada di utara dan kaki berada di selatan," ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Isteri korban dengan bantuan tetangganya membawa korban ke RSUD Sumenep untuk mendapatkan perawatan medis dengan menggunakan ambulance. "Motif sementara dalam kejadian tersebut korban terlilit hutang yang belum bisa membayar karena jangka waktu sudah habis," jelasnya.

Informasi lain tentang korban, korban dikabarkan terlilit hutang dengan jumlah miliaran rupiah. Uang tersebut saat ini telah jatuh tempo pinjaman pada tanggal 6 dan 7 Mei 2018. Sementara korban tidak bisa mengembalikan karena uang yang dipunjam dari temannya itu dipinjamkan lagi kepada orang lain. Sementara orang yang dipinjamkan saat ini diduga melarikan diri. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar