Foto: Petugas SPBU Kalisat ambil air untuk sempel
Foto: Petugas SPBU Kalisat ambil air untuk sempel
MEMOonline.co.id. Jember - Warga Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kbupten Jember tidak dapat lagi memanfaatkan air sumur yang selama ini mereka miliki. Selasa 30 Oktober 2022.
Pasalnya, air sumur di lingkungan tersebut tercemar dan bau bensin warga bersama pemerintah setempat menguras air sumur.
Air sumur yang dikuras ini bukan tanpa alasan. Sebab, tindakan itu dilakukan tujuannya, mengingat kebutuhan air setiap hari, didapat dari air tanah.
Safi'i mengatakan air sangat mempunyai peranan penting, dalam kehidupan mahluk hidup. Khusunya manusia.
"Maka air sumur ini salah satu kebutuhan masyarakat, kemaren sudah dikuras oleh pemdes Glagahwero, tapi bahunya masih tetap, bahu BBM," ujar Safi'i.
Sementara dampaknya kata Safi'i ketika air sumur dibiarkan dalam keadaan kotor, susah pasti kualitas air akan menurun hingga mampu menyebabkan berbagai penyakit.
Hal serupa juga dikatakan warga perum land Diponegoro. Kec. Kalisat. Mengingat peran penting dalam kehidupan, jika semua orang berusaha dan menjaga kebersihan sumber air jernih,.
"Jadi kita saling menjaga kebersihan air, yang kami permasalahkan bukan yang diduga ada campuran BBM, tapi kenapa air itu bahu BBM," kata warga setempat yang tak ingin namnya dipublikasikan.
Sebelnya diberitakan: Tak Terima, Owner SPBU kalisat, Bantah Tudingan Warga Terkait Air Sumur Tercemar BBM.
Jember- Wahyu Hadi Nugroho, akhirnya angkat bicara terkait dugaan air sumur warga berbau BBM, Kamis (27/10/2022).
Bantahan yang dilontarkan Hadi, pihaknya tak terima jika warga mengeluh air sumur tercemar BBM.
"Setelah di letakkan di bejana, air itu keruh dan ada endapan. Menurut kami, itu bukan tercemar BBM," terang Hadi.
Menurutnya, jika air itu tercemar, secara otomatis warna air tersebut berubah, sementara ini air ini hingga kini tidak terlihat berubah.
"Karena secara logika, berat jenis air itu lebih berat daripada BBM. Apabila tercemari oleh BBM, maka cairan BBM itu akan mengambang diatas permukaan air," ujarnya,
Faktor penyebabnya SPBU Kalisat ditutup yang pertama, menghindari hal-hal yang negatif. Kedua, menunggu hasil laboratorium dari Pertamina.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Satrio Pininggit