Bupati Pamekasan Santuni dan Cium Kepala Anak Yatim Bertepatan 10 Muharram

Foto : Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat santuni dan cium kepala anak yatim di Masjid Agung Asy Syuhada' Pamekasan.
1869
ad

MEMOonline.co.id. Pamekasan - Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam memberikan santunan terhadap anak yatim yang bertepatan dengan 10 Muharram 1444 H. di Masjid Agung Asy Syuhada' Kabupaten Pamekasan, Senin (8/8/2022) pagi.

Bupati datang ke lokasi dalam rangka penyerahan hadiah lomba semarak muharram 1444 H, santunan anak yatim sekaligus peresmian SDI Masjid Asy Syuhada' Pamekasan. Setelah memberikan tali asih, bupati juga terlihat mencium kepala anak yatim.

Bupati hadir ke lokasi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Akhmad Zaini, Kabag Kesra setdakab, Abrori Rais, Asistem Pemerintahan dan Kesra, Sigit Priyono, dan Camat Pamekasan, Rahmat Kurniadi. Hadir juga Kepala Kemenag Pamekasan, Mawardi.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya bersyukur masih bisa diberikan nikmat sehat oleh Allah SWT, nikmat berbagi, dan nikmat menginspirasi yang bertepatan dengan 10 muharram 1444 H.

Menurutnya, anak yang saat ini sedang duduk di bangku SD, SMP, dan SMA merupakan generasi Indonesia, Jawa Timur, dan Kabupaten Pamekasan di masa yang akan datang. Tentu, apabila generasi tersebut produktif, inspiratif, kreatif dan inovatif, maka masa depan Indonesia akan baik, demikian juga sebaliknya.

"Perwajahan Indonesia, Jawa Timur, dan Pamekasan itu bisa kita lihat dari anak-anak yang sekarang duduk di SMP, dan SMA. Masa depan bangsa ini mereka yang nantinya akan menentukan," ujar mantan Anggota DPRD Jawa Timur dua periode tersebut.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, ada tiga syarat untuk menjadi generasi hebat masa depan. Pertama generasi yang memiliki iman, kedua akhlak, dan ketiga mempunyai ilmu pengetahuan yang ditopang dengan inovasi, kreasi, akselerasi, dan kolaborasi sesuai dengan tuntan era revolusi industri.

"Karena eranya sekarang berbeda jauh dengan era kita dulu, makanya kalau anak kita memiliki amaliyah, diniyah yang baik, dan kemampuan akselerasi itu, dipastikan bisa berdaya saing dengan generasi hebat lainnya," tandasnya.

Dia berharap, masjid jami' Asy Syuhada menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Pamekasan, seperti santunan anak yatim, lembaga pendidikan, halaqoh serta kegiatan keislaman lainnya yang dapat bermanfaat untuk kepentingan umum.

Penulis      :    Wildan

Editor        :   Udiens

Publisher  :   Satrio Pininggit

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Pemkot Batu lepas tangan soal hukum. Kasus dugaan praktik jual beli los dan kios di Pasar Induk Among Tani kini...

MEMOonline.co.id. Jember- Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat dusun, Pemerintah Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pengembangan komoditas lokal dinilai tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu didukung...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perpustakaan Ramah Anak yang selama ini dinantikan siswa SDN Bulla’an I, Desa Bulla’an, Kecamatan Batuputih, Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Penyerahan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat Kabupaten Lumajang dinilai tidak hanya...

Komentar