Foto : Anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin
Foto : Anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin
MEMOonline.co.id. Bangkalan - Anggota Komisi V DPR RI menggelar silaturahmi dan serap aspirasi bersama kepala desa di dua kabupaten yakni Pamekasan dan Sumenep. Dalam agenda tersebut, salah satu poin pembahasan yakni percepatan pengentasan kemiskinan ektrem serta pengentasan stunting.
Diketahui, saat ini Kabupaten Sumenep dan Pamekasan memiliki jumlah kemiskinan ektrem cukup banyak. Bahkan di Sumenep kemisminan ektrem terjadi di 25 desa dari lima kecamatan.
"Tentu hal ini harus menjadi perhatian khusus agar Madura bisa terbebas dari kemiskinan ektrem. Berbagai langkah harus mulai dilakukan secara bersama-sama untuk percepatan pengentasan kemiskinan ektrem itu," tuturnya,Selasa (26/7).
Ketua DPC PKB Bangkalan ini juga menuturkan, salah satu langkah pengentasan kemiskinan ektrem bisa dilakukan dengan melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada daerah.
"Untuk membangun daerah agar menjadi lebih berkembang yakni bisa dilakukan dengan memperbaiki kualitas SDM yang ada," ungkapnya.
Selain itu, adanya program padat karya bisa menjadi salah satu cara untuk membedayakan masyarakat untuk mengurangi pengangguran. Sehingga secara perlahan angka kemiskinan bisa diperbaiki. Ia juga mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan Madura agar menjadi perhatian khusus pemerintah pusat.
"Tentu seluruh aspirasi yang ada akan saya bawa ke pusat agar menjadi pembahasan bersama. Saya juga akan terus berjuang agar Madura bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat sehingga banyak program bisa dilakukan di Madura dan membangun Madura lebih baik," ungkapnya.
Tak hanya membahas kemiskinan ektrem, Syafiuddin juga memperhatikan tingginya angka stunting di Madura khususnya di Kabupaten Pamekasan dan Sumenep. Berdasarkan data yang diperoleh, kabupaten Sumenep masuk dalam zona kuning stunting di Jatim. Sedangkan Pamekasan telah masuk dalam zona merah.
"Artinya, angka stunting di dua kabupaten ini cukup tinggi dan harus segera dilakukan upaya pengentasan stunting agar tidak semakin tinggi," ujarnya.
Ia menyebutkan, peningkatan kualitas SDM juga berperan penting dalam pencegahan stunting. Sebab, banyaknya edukasi yang dimiliki calon orang tua akan mempengaruhi menurunnya angka stunting.
"Peningkatan kualitas SDM itu perlu, dalam hal stunting ini bisa dicegah dengan menyiapkan calon orangtua yang siap secara fisik dan mental. Baik dari kebutuhan gizi serta edukasi tentang pencegahan stunting ini perlu diberikan," ujarnya.
Ia mengaku, peningkatan kualitas SDM itu juga perlu diimbangi dengan terciptanya lingkungan bersih dan sehat. Sehingga pihaknya dari Komisi V DPR RI bisa mengupayakan agar pemerintah memberikan program untuk pembangunan atau perbaikan tempat tinggal yang layak dan sehat untuk mendukung perbaikan SDM yang ada di Madura.
"Kami terus berupaya agar pemerintah pusat memperhatikan Madura dari segala aspek. Sudah saatnya Madura mampu berkembang seperti daerah lain," pungkasnya.
Penulis : Julian
Editor : Udiens
Publisher : Satrio Pininggit