Foto: Ach. Laili Maulidy, Dewas PD Sumekar
Foto: Ach. Laili Maulidy, Dewas PD Sumekar
MEMOonline.co.id. Sumenep - Pendistribusian beras ASN bupati oleh empat suplayer ke konsumen untuk periode April 2022, dipastikan tuntas hari ini.
Program pemberdayaan petani oleh Bupati Fauzi melalui pembelian beras oleh ASN dengan cara memotong dana TPP (tambahan penghasilan pegawai) setiap bulan itu, mulai dilakukan pendistribusian lagi.
Sebab sebelumnya, program tersebut sempat dibekukan lantaran banyaknya keluhan dari konsumen, karena beras yang didistribusikan suplayer kualitasnya sangat jelek.
"Untuk yang periode April, Insyaallah hari ini pendistribusiannya tuntas. Karena cuma tinggal satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah red) yang belum," kata Ach. Laili Maulidy selaku Dewas (Dewan Pengawas) PD Sumekar Sumenep, saat dikonfirmasi media melalui sambungan selulernya, Senin (18/07/2022).
Menurut Laili, sapaan akrab (Ach. Laili Maulidy red), program muliya Bupati Fauzi itu, sempat dibekukan sementara, lantaran dipermasalahkan sejumlah pihak.
Selain itu, pembekuan program pemberdayaan petani padi tersebut, disinyalir ditunggangi sejumlah oknum, yang ingin meraup keuntungan dari salah satu program unggulan Bupati Fauzi.
"Jadi untuk saat ini, kami berusaha semaksimalkan mungkin menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam program beras ASN bupati ini. Seperti, terjadinya tunggakan pembayaran pada suplayer, kualitas beras dikeluhkan para konsumen, serta hal-hal lain, yang dapat mencederai program ini," paparnya.
Oleh sebab itu, pihaknya menerapkan sistem cek n ricek kualitas beras ke suplayer sebelum didistribusikan ke konsumen.
Setelah dinyatakan layak, para suplayer kemudian mendistribusikan ke konsumen, yang ada di masing-masing OPD.
Selajutnya, setelah beras sampai ke OPD dan diterima oleh penanggung jawab yang ditunjuk, maka beras tersebut kemudia dibagikan ke konsumen.
Namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, PD Sumekar menerapkan sistem pengaduan bagi konsumen yang menerima beras tidak sesuai dengan ketentuan.
Sedangkan batas waktu pengaduan ketidak puasan konsumen tersebut, hanya berselang tiga hari sejak beras ASN bupati itu, diterima dan bukti tanda terimanya ditandatangani oleh penanggung jawab OPD.
"Batas waktu pengaduan ketidak puasan konsumen hanya tiga hari sejak barang yang dikirim suplayer diterima OPD. Jadi kalau memang tidak puas, maka konsumen boleh kimplain dan barangnya akan diganti oleh suplayer. Tapi sampai saat ini belum ada komplain, dan semoga tidak ada komplain," harap Laili.
Sementara untuk pembayaran ke suplayer, PD Sumekar menerapkan pasca bayar, dengan cara transfer langsung ke rekening masing-masing suplayer.
"Untuk pembayaran ke suplayer, kita pakai non tunai, kita transfer langsung ke rekening mereka," tutupnya.
Sementara Kabag Operasional PD Sumekar Sumenep Supardi, belum bisa memberikan data rinci terkait titik-titik lokasi pendistribusian beras ASN, oleh masing-masing suplayer. Ada apa ?
Yang bersangkutan terkesan sungkan untuk membeberkan lokasi titik pendistribusian masing-masing suplayer, kepada publik atau masyarakat umum.
Berikut data dan jumlah pengiriman masing-masing suplayer yang diberikan Supardi kepada media ini.
PEMBAGIAN SUPLAIYER PENGIRIMAN PERIODE APRIL
1. UD BHAKTI 764
2. UD BERAS SY 552,. 597
3. UD RIZKI JAYA 383
4. UD HARAPAN JY 378
Penulis : Alvian
Editor : Udiens
Publisher : Isma