_Foto- Nenek Masi saat di temui awak media di kediamannya._
_Foto- Nenek Masi saat di temui awak media di kediamannya._
MEMOonline.co.id. Jember - Kisah pilu dialami oleh seorang perempuan lanjut usia (lansia) yang tinggal di Dusun Curahlaos, Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari. Kabupaten Jember. bermimpi ingin punya rumah layak huni. (17/7).
Pasalnya, nenek berusia 76 tahun ini harus menjalani hidup sebatang kara di usianya yang sudah rentan, dan tak punya tempat tinggal.
Setiap kali siang hari, panas terik matahari menembus masuk ke dalam rumah. Bahkan saat hujan, rumah nenek Masi langsung berubah menjadi kubangan lumpur.
Bukan tanpa sebab, Namun nenek Masi mengaku tak mampu memperbaiki rumahnya karena tak memiliki uang.
Sebab, untuk makan sehari-hari saja, nenek Masi harus nunggu belasan kasihan tetangga dan ponakan.
Mirisnya, Nenek Mis untuk istirahat yakni di emperan warga dan Ia pun harus berjuang sendiri untuk bisa bertahap hidup sendirian sebab, dirinya tak pernah menikah,
Sehari-harinya, dirinya, harus tinggal di gubuk berukuran 4x5 meter yang kondisinya sangat memprihatinkan.
"Seandainya bisa bicara langsung dengan pemerintah, mungkin saya akan meminta sedikit saja beras untuk dimakan, tak punya keturunan soalnya belum pernah menikah.
Namun, kini sudah lapuk dan bolong dimakan rayap. Kami berharap tempat tinggal. Gak apa-apa meskipun terbuat dari gedek, yang penting kalau hujan saya gak kebasahan. Itu saja, tidak lebih.
Tapi apa mungkin pemerintah mau mendengar ucapan rakyat biasa?" tandasnya.
Meski tak pernah mengeluh akan hidupnya yang serba kekurangan, namun nenek ini berharap ia bisa tinggal rumah yang lebih baik dari rumahnya.
Bukan rumah mewah, Nenek Masi hanya bermimpi ingin punya rumah yang layak yang bisa ia jadikan tempat istirahat tanpa takut panas, hujan dan angin.
Terpisah Kepala Desa (Kades) Lampeji, Ari Wahyudi, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan via WhatsApp, turut prihatin dengan kondisi Masi.
Selanjutnya, dirinya akan mengupayakan agar Masi mendapatkan bantuan. Baik itu rumah layak huni maupun bantuan yang lainnya.
"Kalau saya lewat Dusun Curahlaos, saya sering melihat beliau di pinggir jalan. Tapi setahu saya beliau punya rumah. Makanya saya kaget begitu mendengar kalau beliau hanya tinggal di emperan saudaranya.
Soalnya sejauh ini tidak ada laporan ke saya terkait keadaan Buk Masi yang tidur di emperan sampai waktu yang lama. Kalau memang benar begitu, saya akan bantu ajukan untuk dapat rumah layak huni," pungkasnya.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Satrio Pininggit