Lewat Sentuhan Lembut Bupati Fauzi, Pengrajin Batik Tulis Khas Sumenep yang Sudah Lama Mati Suri, Akhirnya 'Terbangun'

Foto: Bupati Sumenep, Ach. Fauzi, saat mengunjungi sentra batik tulis khas Sumenep di Desa Pakangan
4701
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep - Dibawah Kepemimpinan Bupati Fauzi, para pengrajin batik tulis khas Sumenep, yang ada di Desa Pakandangan, Kecamtan Buluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang sudah puluhan tahun suri, akhirnya terbangun dari tidur panjangnya.

Saat ini, para pengrajin batik tulis khas Sumenep tersebut, mulai berkreasi kembali setelah adanya koperasi khusus besutan Bupati Fauzi, yang siap menampung karya-karya batik mereka.

"Ini sungguh luar biasa, dan akan berdampak positif bagi pengrajin batik. Sebab dengan adanya koperasi khusus ini, para pembatik bisa memasarkan atau menjual produksinya langsung ke konsumen. Jadi tidak perlu lagi kreasinya kalah dengan produk printing," kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat berkunjung ke Kampung Batik, di Desa Pakandangan, Buluto, Sumenep, Rabu (06/07/2022).

Selain itu, Bupati berharap nama Koperasi yang akan menampung karya batik hasil kerajinan tangan para pembatik yang sudah lama tertidur, harus bisa merangkul semua kalangan.

Tidak cuma itu, bupati juga menginginkan koperasi tersebut mampu membawa kesejahteraan angotanya, serta bisa meningkatkan produksi, menambah lapangan pekerjaan, permodalan, pemasaran dan mampu bersaing, baik pasar lokal maupun Internasional.

“Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat menolong masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, karena dengan adanya koperasi akan dibutuhkan banyak pekerja untuk mengelola usahanya,” paparnya.

Koperasi dapat mengembangkan kegiatan usaha masyarakat Sebagai contoh, koperasi yang bergerak dalam bidang usaha kerajinan dan Batik tulis yang dibutuhkan masyarakat dan pemerintah.

“Tanpa ada dukungan dari masyarakat dan kekompakan serta support pemerintah kepada para pelaku usaha batik tulis dan kerajinan tidak akan berjalan mulus. Maka dari itu, semua pihak harus kompak dan solit,” Tegasnya.

Dengan program Aparatur Sipil Negeri ASN wajib memakai Batik Tulis Khas Sumenep di lingkungan Pemerintah Kabupaten bisa membawa dampak positif dan meningkatkan perekonomian Sumenep.

Ketua kelompok Koperasi Produsen Kerajinan Batik Tulis Pakandangan Junaedi menjelaskan, Baru kali ini kami bisa bersemagat tinggi, karena Bupati Sumenep Achmad Fauzi mampu perdayakan para pengrajin batik tulis yang ada di Desa Pakandangan.

“Ini terobosan baru, karena para pelaku usaha batik tulis selama ini sudah tidak begitu aktif karena keterbatasan wawasan dan kesulitan pemasaran,” Ungkapnya.

Menurutnya, jika ini berhasil maka berdampak kepada kesejateraan perekonomian masyarakat, karena batik khas sumenep sudah hampir punah dan tidak bisa dibedakan mana batik asli sumenep dan mana batik luar daerah.

“Dengan adanya Program Batik Tulis ASN para pelaku usaha batik tulis akan lebih semangat lagi untuk memproduksi kembali serta bisa meningkatkan taraf hidup,” Kata junaedi.

Junaedi beserta kelompok produsen batik tulis pakandangan bayak terima kasi kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi, yang telah memberikan semangat baru dan peluang untuk pemberdayaan masyarakat, khusus nya di bidang Batik Tulis khas Sumenep.

Penulis      :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar