Heboh Sampah Kali Penombo Bekasi Dibuang Ke Laut, Ini Tanggapan Pelakunya

Foto: Tumpukan sampah di Kali Penombo yang dialirkan ke laut
2494
ad

MEMOonline.co.id. Bekasi - Rencana untuk membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air di Kali Penombo Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi Jawa Barat akhirnya batal dilakukan lantaran tidak adanya alat pengeruk yang tersedia.

Tiga unit truk pengangkut sampah yang sudah standby di lokasi pun tak ada gunanya.

Hamparan sampah membentang yang memenuhi Kali Penombo Bekasi sepanjang kurang lebih satu kilometer itu hanya didorong kearah laut menggunakan alat seadanya oleh tim Penggerak Gotong Royong (PGR) sebagai penggagas acara.

Sebuah langkah mengatasi masalah yang justeru menambah masalah baru. Sangat Ironi memang.

Dengan dibuang atau dialirkannya sampah yang diperkirakan bervolume puluhan ton itu ke laut, tentunya sangat berpotensi mencemari air laut termasuk air Kali itu sendiri.

Maka upaya pembersihan harus diupayakan dan disegerakan guna terhindar dari pencemaran air di Kali Penombo yang oleh rata-rata masyarakat desa Pantai Harapan Jaya dan sekitarnya dipergunakan untuk bertani serta bertambak ikan ataupun udang sebagai mata pencaharian dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Kepala Desa Pantai Harapanjaya pun sangat menyayangkan atas tindakan pembuangan sampah ke laut tersebut sebab akan menambah luas pencemaran yang dapat berdampak pada petani maupun petambak.

Begitu juga Dinas terkait, dalam hal ini BMSDA melalui Kepala Bidang SDA-nya mengklarifikasi dan memberikan bantahan soal tuduhan tidak memberikan alat berat untuk membantu pengerukan.

"Bukannya tidak disediakan tapi ditolak PGR, karena akan dilaksanakan secara manual. Tapi diluar dugaan kita, manualnya dihanyutkan," ucap Kabid SDA Sukmawati, Minggu (12/6/2022) pagi.

"Betul, tapi saat akan dipindahkan dan ditarik dari lokasi lain ditolak oleh PGR," tegas Sukmawati.

Hal serupa juga dikatakan oleh Plt. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Eman Sulaeman.

"Kami dari Dinas LH sudah menyiapkan kendaraan dan kru untuk mengangkut sampah. Mengenai hal tersebut (tidak dipakainya mobil pengangkut sampah -red) coba kroscek ke Ketua PGR," kata Plt. Dinas LH, Eman Sulaeman, Minggu (12/6/2022) pagi.

Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sudah merespons atas kejadian tersebut.

"Kita bisa tangani bersama ya…Saya akan minta tim KLHK check lapangan. Terimakasih infonya ya…," respons Menteri KLHK, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc, Minggu (12/6/2022) siang.

Namun tidak demikian alasan yang diberikan Ustadz Jejen Zainuddin sebagai Ketua Ketua PGR (Penggerak Gotong Royong) atas tindakannya mendorong sampah ke laut.

Melalui rekaman suaranya pada Selasa (12/6/2022) siang, Ustadz Jejen Zainuddin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh. Yang terhormat kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) konfirmasi nama saya ustadz Jejen Zainuddin dari Kabupaten Bekasi mengklarifikasi tentang masalah pembuangan sampah ke laut. Sebelum sampah itu mengendap 35 hari kami telah mengukuhkan survey dan berbicara ke teman-teman penggerak gotong royong. Lalu ada yang laporan ke media dan ke aparatur pemerintah setempat. Selanjutnya kami inisiatif untuk melakukan pendorongan sampah menghanyutkannya ke hilir seperti yang rutinitas kita lakukan dengan para petani. Pada malam tanggal 11, kami dikonfirmasi oleh PSDA yaitu Ibu Kabid Sukmawati akan mengirimkan alat berupa excavator menggeser dari Sukawangi ke lokasi tersebut tapi kami tolak. Alasan kami menolak yaitu agar kita PGR ikut andil dan menumbuhkan rasa kegotongroyongan. Dan itu kalau diangkat oleh alat berat tentunya kami hanya menonton. Memang apa yang sering kami lakukan menggiring sampah ke kali itu memang salah besar karena itu akan kebuang ke laut. Tapi kamipun melihat bahwa sampah itu adalah eceng gondok dan kangkungan nanti akan membusuk gedebong pisang. Adapun sampah-sampah rumah tangganya yaitu cuman bahan yang ringan yang bekas makanan itu bukan plastik. Demikian. Jadi ini bukan kesalahan dari pada Dinas atau Pemda Kabupaten Bekasi. Ini kesalahan mutlak dari PGR yaitu kami bertanggung jawab segalanya. Silahkan yang mau konfirmasi datang ke tempat saya. Siapapun. Jangankan KLHK kementerian lingkungan hidup Presiden sekalipun dipersilahkan. Karena ini memang rutinitas yang sering kami lakukan dari 2009 untuk mendapatkan air. Demikian terimakasih."

Penulis      :    Bambang

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa kembali menggema di Kabupaten Sumenep. Sebanyak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

Komentar