Tidak Cuma Oknum Wartawan, Oknum Anggota DPRD Sumenep Juga Disebut-sebut Terlibat Pengadaan Beras ASN Bupati

Foto: Ilustrasi Bupati Sumenep Ach. Fauzi, Dirut PD Sumekar dan Janda Imut
10892
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep - Sampai detik ini, kasus pengadaan beras ASN Bupati yang dikelola PD Sumekar Sumenep, masih menjadi polemik yang tak terpecahkan.

Sebab, Tim monitoring dan Tim pengawas kualitas beras ASN Bupati yang sudah di SK oleh Bupati Sumenep, Ach. Fauzi, belum mengambil langkah terkait keluhan sejumlah ASN soal kualitas beras yang diterimanya.

"Kalau soal kualitas, itu urusannnya Tim monitoring dan Tim pengawas. Sebab mereka sudah di SK oleh Bupati," kata Humas PD Sumekar, Adi Pranoto, Rabu (08/06/2022).

Sedangkan sejumlah orang yang terlibat dalam tim monitoring dan pengawas kualitas beras ASN Bupati, terdiri dari utusan Sekretariat Daerah, Akademisi, Paraktisi, serta Kelompok Tani.

Disinggung soal siapa saja orang yang terlibat dalam peangadaan beras ASN bupati/suplayer, Adi Adi (sapaan akrab Adi Pranoto red) mengaku ada empat suplayer.

Masing-masing: UD Bakti ( Fajar Gapura) UD Harapan Jaya (HR) UD Rizki Jaya ( AR Marengan) UD Beras Saya 552. ( FE Parsanga).

Namun begitu, Adi bersikukuh tidak bersedia menyebutkan nama-nama suplayer, yang didalamnya disebut-sebut ada nama oknum wartawan dan oknum anggota DPRD Sumenep.

"Untuk urusan nama satu persatu pemikik UD/suplayer, mohon maaf saya tidak bersedia. Silahkan teman-teman cari tahu sendiri," pintanya.

Sedangkan beras yang disuplay oleh empat UD tersebut, dibagikan langsung ke ASN, yang sudah terdaftar untuk mendapatkan program betas ASN Bupati, melalui pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) oleh Bank BPRS Sumenep.

"Untuk jatah per suplayer, kita bagi rata sesuai jumlah ASN penerima. Dan jumlah untuk perbulannya, itu tidak sama, tapi terus naik. Yakni mulai dari kisaran 300 orang ASN, 1.000 ASN, 1.500 ASN, hinggs per bulan Mei (bulan ini red) jumlahnya naik drastis menjadi 2.100 ASN," papar Adi.

Namun begitu, sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu pemilik Usaha Dagang (UD Bakti) yakni Fajar, warga Desa Baban, Kecamatan, Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengancam akan melaporkan Moh. Riyadi, Direktur PD Sumekar Sumenep ke Polisi.

Pasalnya, Direktur PD Sumekar tersebut, diduga telah lancang mencatut dan memasukkan nama UDnya, sebagai suplayer resmi beras ASN Bupati.

Padahal dirinya, sekalipun tidak pernah diajak membicarakan masalah kontrak kerjasama sebagai suplayer beras ke PD Sumekar. Oleh karenanya, pihaknya mengaku sangat kecewa tindakan semena-mena Direktur PD Sumekar Sumenep, yang dinilai sudah kelewat batas.

"Perasaan saya tidak pernah tandatangan kontrak menjadi suplayer beras ke PD Sumekar. Tapi kenapa kok Usaha Dagang saya masuk di deretan suplayer ?," sesal Fajar, Kamis (02/06/2022).

Oleh karenanya, pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

"Ini tidak boleh dibiarkan, karena ini menyangkut harga diri dan nama baik UD Bakti," terangnya.

Disinggung soal kemungkinan pencatutan nama UDnya ada kaitannya dengan hubungan jual beli beras yang selama dilakukan dirinya dengan Moh. Riyadi, Fajar mengaku itu murni persoalan hubungan antara pedagang dab pembeli.

"Saya kira jual beli beras yang selama ini saya lakukan dengan dia, murni hubungan pedagang dengan pembeli, jadi tolong jangan dikait-kaitkan, apalagi sampai memasukkan nama UD saya sebagai suplayer," tegasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta PD Sumekar mengklarifikasi masalah pencatutan nama UDnya sebagai suplayer beras ASN Bupati. Karena bila tidak, pihaknya akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

"Ini tidak main-main, PD Sumekar harus segera mengklarifikasi masalah UD saya yang dicatut sebagai suplayer, karena bila tidak, jalur hukum penyelesainnya," tukasnya.

Penulis      :    Redaksi

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa kembali menggema di Kabupaten Sumenep. Sebanyak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

Komentar