Selain TPT, Pekerjaan Saluran Drainase di Desa Bataal Barat Kini Juga Disoal

Foto: Pekerjaan saluran drainase yang diduga dikerjakan tidak sesuai bestek bangunan. Dan prasasti pekerjaan terlihat baru dipasang.
2015
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep - Realisasi program pemerintah di Desa Bataal Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur tampaknya terus menjadi sorotan. Kini pekerjaan saluran drainase di desa tersebut mulai disoal, setelah pekerjaan proyek tembok penahan tanah (TPT) sempat menjadi sorotan kalangan aktivis.

Pekerjaan yang dibiayai melalui bantuan hibah Provinsi Jawa Timur tahun 2021 itu diduga tidak sesuai dengan bestek bangunan. Sehingga proyek yang dikerjakan oleh Pokmas Sahabat dengan anggaran sebesar Rp160 juta itu berkualitas rendah.

Salah satu indikasinya, terdapat beberapa pekerjaan yang patut diduga campuran bahannya tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB) yang diusulkan. Indikasinya, baru berumur sekitar 1 tahun lamanya sudah dipenuhi rerumputan.

"Kalau kita menduga kualitasnya kurang bagus," kata Holis, SH salah satu aktivis asal Kecamatan Ganding pada media ini.

Bahkan kata Holis pekerjaannya terkesan asal jadi. Hal itu dilihat dari pekerjaan plesteran yang kurang sempurna. Dia menduga plesterannya hanya dilakukan secara satu lapis sehingga permukaannya tidak lurus, rata, halus, dan rapi.

"Ini sangat menandakan jika pekerjaan itu terkesan asal-asalan," jelas dia.

Apalagi sambung Holis, saat pekerjaan berlangsung pelaksana pekerjaan terindikasi tidak memasang papan nama. Padahal, keberadaan papan nama proyek angat penting untuk menginformasikan kegiatan pekerjaan kepada masyarakat umum.

Indikasi tidak memakai papan nama lanjut dia, karena prasasti pekerjaan terlihat baru dipasang. Pemasangan prasastipun terkesan dipaksakan, itu dilihat dari fisik prasasti sudah patah. Bahkan nama Pokmas disinyalir dibuat suram dengan cara ditempeli seperti lumpur.

"Memang tampak seperti baru dipasang prasastinya itu," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Desa Bataal Barat H. Adnan mengaku baru dipasang prasastinya karena baru diberikan kepada pihak desa. Sebab, proyek tersebut merupakan milik seseorang berinisial HS yang lokasi pekerjaannya ditempatkan di Desa Bataal Barat.

"(Prasastinya) baru datang, itu titipan dari orang, kalau sekarang kades jera tidak mau ngambil titipan lokasi," kata dia menggunakan bahasa madura.

Bahkan kata dia, pihak desa sudah menambahkan anggaran untuk pekerjaan proyek tersebut. Sebab, harus nambah panjang pekerjaan sesuai dengan usulan masyarakat. "Itu (panjangnya) 250 (meter)," jelas dia tanpa menerangkan berapa panjang yang ditambah pihak desa.

Sebelumnya diberitakan, pekerjaan TPT di Desa Bataal Barat, Kecamatan Ganding disoal. Sebab, pekerjaannya diduga tidak sesuai bestek bangunan. Selain itu akibat pekerjaan tersebur menyebabkan saluran irigasi tersumbat. Namun, pasca diberitakan saluran irigasi yang tersumbat dibersihkan.

Penulis      :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar