Ditekuk Persebaya 1- 0, Posisi Madura United Kini Satu Strip Diatas Zona Degradasi

Foto: Gambar Screenshot Fabio saat Post Match Press Conference
2142
ad

MEMOonline.co.id, Sleman  - Madura United lagi-lagi harus menelan pahitnya kekalahan setelah ditekuk Persebaya Surabaya dengan skor tipis 1-0.

Gol kemenangan Persebaya di laga series 3 BRI Liga 1 2021-2021 yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta pada Sabtu (20/11/2021) malam itu berhasil dicetak oleh Jose Wilkson lewat tendangan penalti.

Hasil tersebut semakin memperpanjang tren buruk Madura United yang menelan kekalahan secara beruntun dalam tiga laga terakhir.

Torehan ini membuat Madura United terus melorot ke peringkat ke-15 klasemen dengan mengoleksi 11 poin dari 12 pertandingan. Tim asal Pulau Garam itu hanya satu strip di atas zona degradasi.

Kekalahan ini juga merupakan torehan pahit bagi Fabio dalam debutnya sebagai pelatih di Madura United.

“Hasil ini tidak menunjukkan seperti apa pertandingannya. Kami sudah belajar tentang Persebaya. Pemain juga melakukan apa yang kami siapkan. Pertandingan ini punya intensitas tinggi dan kekuatan tim seimbang,” ujarnya saat Post Match Press Conference, Sabtu (20/11/2021) malam.

“Kami mempersiapkan pertandingan ini, dan lawan adalah tim bagus. Kami tahu strategi Persebaya menunggu kami. Kami sudah tahu apa yang harus dilakukan, tapi tim lawan memang bagus,” tambahnya.

Dimenit awal, Madura United sebenarnya tampil agresif. Tiga peluang berhasil mereka ciptakan melalui Haris Tuharea, Hugo Gomes Jaja, dan Asep Berlian dalam sepuluh menit awal. Namun semuanya tidak menuai hasil.

Di babak pertama Madura United memang terlihat mendominasi permainan.

Tapi sayang, Madura United mengalami nasib sial di babak kedua yang diawali oleh hukuman penalti akibat pelanggaran Asep Berlian terhadap Marselino Ferdinan.

Insiden tersebut yang kemudian membuat Persebaya unggul melalui eksekusi penalti Jose Wilkson pada menit ke-51.

Keadaan semakin sulit ketika strikernya yang asal Brazil, Rafael Silva, pada menit ke-66 harus meninggalkan lapangan pertandingan setelah menerima kartu kuning kedua.

Rafael terlihat menyikut Ady Setiawan sehingga wasit menghukumnya dengan kartu merah.

“Mulai babak kedua, saya tidak tahu, saya pikir itu tidak penalti. Kami sebenarnya punya waktu membalas, tapi kami kehilangan satu pemain kena kartu merah. Kami tidak salah, tapi keputusan ada di tangan wasit, bukan kami,” terang Fabio.

Kendati demikian, Fabio tetap mengapresiasi para pemain Madura United yang mampu memberi perlawanan dan bermain agresif demi mencetak gol.

“Saya berterima kasih banyak kepada pemain yang sudah berjuang luar biasa membantu tim. Saya harus mengapresiasi pemain kami yang berusaha keras, bekerja keras di lapangan,” pungkas pelatih Madura United yang berpaspor Brazil itu.

Penulis      :   Bambang

Editor        :   Udiens

Publisher :   Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Batu melantik 33 pengurus Pimpinan Anak Cabang se-Kota Batu, pada Minggu...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Satreskrim Polres Lumajang Jawa Timur, berhasil mengungkap aksi pencurian motor milik warga Candipuro di teras IGD...

MEMOonline.co.id. Jember- Warga Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, dibuat heboh setelah sebuah motor diduga dicuri. Tanpa...

Komentar