Foto: Demo mahasiswa di lingkaran depan Gedung DPRD Jember.
Foto: Demo mahasiswa di lingkaran depan Gedung DPRD Jember.
MEMOonline.co.id, Jember - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember berunjuk rasadi depan DPRD Jember.
Aksi itu sebagai bentuk penolakan terhadap adanya pertambangan dan tambak di wilayah Jember, yang dinilai merugikan masyarakat.
Puluhan mahasiswa itu berkumpul di depan Kantor DPRD Jember sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan membentuk lingkaran di Bundaran DPRD Jember.
Selain penyampaian orasi, mahasiswa juga melakukan adegan orang-orang yang melakukan penindasan terhadap petani dan nelayan.
"Kebetulan kita masih dalam rangka merayakan Hari Tani Nasional 2021. Aksi kami dari 40 mahasiswa ini, menolak adanya pertambangan dan tambak di Jember. Khususnya di wilayah Desa Paseban," kata Korlap aksi Dyno Suryandoni.
Menurut Dyno, munculnya Izin eksploitasi yang diterbitkan oleh Disperindag No. 641.31/003/438.314/ 2009 kepada PT ADS, mendapatkan reaksi penolakan masyarakat Paseban hingga kini, karena dianggap merugikan para petani.
"Khususnya di Paseban yang dilakukan oleh investor yang nantinya akan dilakukan praktik pertambangan pasir besi," ujarnya.
Dengan adanya potensi negatif itu, lanjut Dyno, pihaknya mendesak pemangku pemerintahan untuk memberikan perhatian serius.
"Rencana penambangan yang dilakukan oleh PT. Agtika Dwi Sejahtera (ADS) hingga kini masih menghantui masyarakat Desa Paseban Kecamatan Kencong, sejak tahun 2008," ujar ketua DPC GMNI Jember Dyno Suryandoni.
Penulis: Zainullah
Editor: Udiens
Publisher: Dafa