Ketua Kadin Sumenep Mendukung Penuh Rencana Pemerintah Membangun Tol Trans Madura. Ternyata Ini Alasannya

Foto: Hairul Anwar, Ketua Kadin Sumenep
1127
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep, Madura, Jawa Timur mendukung percepatan pembangunan jalan tol Trans Madura. Hal itu demi perbaikan ekonomi di empat kabupaten Pulau madura.

"Pemerintah harus cepat merealisasikan pembanguan jalan tol Trans Madura itu," kata Hairul Anwar, Ketua Kadin Sumenep, Senin (20/09/2021).

Menurutnya, kondisi jalan nasional yang ada di empat Kabupaten di Pulau Madura dinilai sudah tidak layak karena jalannya terlalu sempit. Kondisi tersebut sangat menghambat mobilisasi industri di Madura.

Dia mencontohkan, beberapa tahun silam perjalanan dari Kabupaten Sumenep menuju Surabaya hanya dilalui sekitar 2,5 jam, saat ini perjalanan yang sama harus ditempuh sekitar 5 jam dalam kondisi jalan normal. Lain lagi kata Hairul apabila terdapat hambatan seperti kecelakaan, maka perjalanan Sumenep-Surabaya bisa ditempuh hingga 7-8 jam.

Salah satu dampak bagi industri lanjut dia, perputaran ekonomi semakin melemah yang disebabkan lambannya pengiriman. "Beban jalan nasional sudah sangat berat, dan sempit, maka salah satu solusinya pembangunan jalan tol ini," jelas dia.

Pengusaha muda itu meyakini apabila jalan tol Trans Madura selesai dibangun, pertumbuhan ekonomi di pulau Madura akan semakin meningkat tajam hingga kisaran 4 persen, yakni mencapai 8-9 persen dari pertumbuhan ekonomi saat ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi saat ini sebesar 5,6 persen.

Apalagi sambung Hairul, pembangunan jalan Tol Trans Madura sejalan dengan kondisi infrastruktur saat ini. Seperti adanya pelabuhan dan juga bandar udara (Bandara). "Untuk di Kabupaten Sumenep sangat optimis itu bisa tercapai," jelas Hairul.

Kendati begitu, kata Hairul sebelum pembangunan dimulai pemerintah diminta untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Harapannya tidak ada konflik saat pembangunan berlangsung.

"Mayoritas di Madura ini kan santri, maka perlu dilakukan sosialisasi, pasti itu diterima. Seperti pembangunan jembatan Suramadu dulu, awalnya ditolak, tapi akhirnya diterima dengan baik," saran dia.

Penulis: Alvian

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Surakarta- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia (AKJII) mendesak Presiden Prabowo Subianto...

MEMOonline.co.id. Jember- Penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang memasuki usia ke-24 tidak hanya menjadi panggung seni busana dan budaya...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura menyatakan sikap tegas mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Sikap tegas diambil Ikatan Wartawan Lumajang menyikapi skandal penebangan pohon bernilai tinggi dan dilindungi di...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Destinasi wisata edukasi jamur dan bunga, Mikutopia, membuka kesempatan berkarier bagi para lulusan seni untuk bergabung...

Komentar